• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Hasil Laut Melimpah, Indonesia Ekspor Ikan 8.900 Ton ke 21 Negara

by Redaksi Asiatoday
July 20, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hasil Laut Melimpah, Indonesia Ekspor Ikan 8.900 Ton ke 21 Negara

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pelepasan ekspor 8.900 ton hasil perikanan dengan nilai total ekspor mencapai Rp588,79 miliar.

Pelepasan ekspor dilakukan secara serentak di lima pelabuhan utama, yaitu Tanjung Priok, Jakarta; Tanjung Perak, Surabaya; Tanjung Emas, Semarang; Belawan, Medan; dan Soekarno Hatta, Makassar.

Adapun sebanyak 394 kontainer produk perikanan akan dikirim ke 21 negara, yaitu Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok, Spanyol, Singapura, Sri Lanka, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Austria, Malaysia, Prancis, Puerto Riko, Italia, Belanda, Australia, Inggris, Denmark, dan Yunani.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, tumbuhnya usaha perikanan di Indonesia ini merupakan dampak positif dari upaya pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing yang digalakkan pe merintah beberapa tahun belakangan.

Tercatat, sejak 2014, KKP telah menenggelamkan 516 kapal pencuri ikan. Bahkan, pada semester I tahun ini saja, KKP telah berhasil menangkap 67 kapal pencuri ikan.

“Pemberantasan IUU fishing inilah yang telah memberikan dampak positif terhadap stok ikan nasional,” ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan hasil kajian Komisi Nasional Pengkajian Stok Ikan (Kajiskan), Maximum Sustainable Yield (MSY) per ikanan Indonesia menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yaitu dari 7,3 juta ton pada 2015 menjadi 12,54 juta ton pada 2017 atau meningkat sebesar 71,78%.

Susi melanjutkan, peningkatan stok ikan ini juga dibarengi dengan kenaikan jumlah dan nilai produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan tang kap meningkat dari 6,67 juta ton senilai Rp120,6 triliun pada 2015 menjadi 7,3 juta ton dengan nilai Rp210,7 triliun pada 2018.

Dengan kata lain, terjadi peningkatan nilai produksi perikanan sebesar 74,7%.

“Kenaikan produksi perikanan tangkap ini, berdampak terhadap produksi Unit Pengolahan Ikan (UPI) binaan KKP dan akhirnya mendorong peningkatan ekspor komoditas perikanan,” tuturnya.

Tren ekspor produk perikanan Indonesia meningkat 45,9%, yaitu dari 654.950 ton senilai USD3,87 miliar pada 2015 menjadi 955.880 ton senilai USD5,17 miliar pada 2018. Susi menambahkan, hingga saat ini produk perikanan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 157 negara di dunia dengan negara tujuan utama Amerika Serikat.

Selain Amerika Serikat, negara lain yang masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor utama Indonesia, yaitu Tiongkok, Jepang, Australia, Singapura, Thailand, Malaysia, Taiwan, Italia, dan Vietnam.

“Saya berharap produkti-vitas kapal lokal terus meningkat, pembangunan berbasis perikanan kian merata ke seluruh wilayah sehingga kesejah teraan nelayan tradisional juga meng alami perbaikan,” tandas nya.

Pada kesempatan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta agar pelaku usaha di sektor perikanan semakin sadar untuk melaporkan hal-hal yang sesuai regulasi. Menurut dia, selama ini banyak data ekspor yang tidak dilaporkan atau dilaporkan tapi nilainya tidak sesuai.

“Saya mohon dengan segala kemudahan yang kita buat, para pengusaha semakin sadar untuk melaporkan hal-hal yang sesuai regulasi, di mana kalau sudah sesuai, pemerintah tentu akan lebih mudah dalam memberikan kemudahan lainnya,” ujarnya. (Lis/AT)

,’;\;\’\’
Tags: Asia BusinessAsia TerkiniEkspor IkanEkspor Perikanan IndonesiaHasil LautJakartaKementrian KKPLautLaut IndonesiaMaritim IndonesiaNelayanPelabuhan PerikananPoros MaritimSusi Pudji AstutiTanjung Priok
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.