• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Hengkang dari China, Banyak Investor Taiwan Merapat ke Indonesia

by Redaksi Asiatoday
July 24, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hengkang dari China, Banyak Investor Taiwan Merapat ke Indonesia

Groundbreaking Perusahaan Taiwan, PT Meiloon Technology Indonesia, di Subang, Jawa Barat. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia mencatat ada banyak perusahaan Taiwan yang siap hengkang dari China dan berniat merelokasi pabriknya ke Indonesia.

“Taiwan sudah berkomunikasi dengan kami, mereka mau relokasi pabrik besar-besaran dari China,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam keterangan tertulis yang dimonitotor Jumat (24/7/2020).

Menurut Bahlil, potensi investasi asing masih sangat besar di Indonesia dan tidak hanya dari Taiwan meski penularan virus corona terus meningkat. Bahlil mengklaim pihaknya akan mengejar investasi asing, khususnya dengan sejumlah pihak yang sudah mengutarakan niatnya seperti Taiwan.

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Bahlil belum merinci berapa potensi investasi dari rencana beberapa perusahaan Taiwan yang hendak merelokasi pabriknya dari China ke Indonesia. Ia juga tak menyebut pasti berapa perusahaan yang akan melakukan relokasi.

“Sudah berbicara tapi belum mau dipublikasikan,” kata Bahlil.

Sebelumnya, salah satu perusahaan asal Taiwan bernama PT Meiloon Technology Indonesia telah merelokasi pabriknya dari Suzhou, China ke Indonesia.

Perusahaan bahkan sudah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pabriknya senilai total USD90 juta di Subang, Jawa Barat pada Selasa (21/7) kemarin.

CFO Meiloon Eva Kuo mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir pihaknya telah melalukan survei dan evaluasi ke berbagai negara dan akhirnya memilih Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi terbaik untuk investasi.

“Kami berkomitmen dengan investasi kami dan akan menyerap ribuan peluang pekerjaan bagi masyarakat lokal, transfer ilmu pengetahuan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Kuo.

Meiloon merupakan salah satu dari tujuh perusahaan yang berniat merelokasi pabriknya dari China. Selain Meiloon, ada pula PT Sagami Indonesia, PT CDS Asia (Alpan), PT Kenda Rubber Indonesia, PT Denso Indonesia, PT Panasonic Manufacturing Indonesia, dan PT LG Electronics Indonesia. (AT Network)

Tags: BKPMInvestasi GlobalInvestasi TaiwanKerjasama Indonesia-TaiwanPT Meiloon Technology Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.