• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Hiu Paus Seberat 1 Ton Mati Terdampar di Pesisir Bali

by Redaksi Asiatoday
December 8, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hiu Paus Seberat 1 Ton Mati Terdampar di Pesisir Bali

Hiu Paus Seberat 1 ton Mati Terdampar di Pesisir Bali. Ist

ASIATODAY.ID, BALI – Seekor ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) seberat 1 ton ditemukan mati terdampar di Pantai Candidasa, Karangasem, Bali.

Hewan laut dilindungi ini ditemukan mati terdampar pada Minggu (6/12/2020) pagi, sekitar pukul 05.00 WITA. Hiu Paus ini ditemukan terdampar dengan kondisi masih utuh dan kondisi segar. Ikan sepanjang 5 meter dengan berat perkiraan 1 ton ini diketahui berjenis kelamin betina.

Menurut Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso, di tubuh Hiu Paus tersebut tidak dijumpai luka yang berarti pada saat ditemukan. Pihaknya menduga penyebab terdamparnya hewan raksasa itu karena terjebak hempasan arus pasang surut saat mencari makan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan dan polusi udara akibat bau busuk, bangkai Hiu tersebut langsung dikuburkan oleh petugas.

“Sesuai Kepmen KP Nomor 18 Tahun 2013, Hiu Paus termasuk ikan yang dilindungi penuh. Jadi pemanfaatan ikan hiu paus, baik itu daging, tulang, dan kulitnya tidak diperbolehkan,” jelas Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) di Jakarta, dikutip Selasa (8/12/2020).

Sebagai referensi, Hiu Paus tergolong kedalam kelas Pisces. Ikan terbesar di laut ini memiliki ukuran hingga 40 kaki dan berat mencapai 20,6 ton.

Hiu Paus merupakan spesies yang tergolong dalam subkelas Elasmobranchii. Di Indonesia, Hiu Paus lebih dikenal dengan nama Hiu Tutul, karena punggungnya memiliki pola warna bertotol-totol. Seperti organisme lain yang juga tergolong kedalam kelompok elasmobranchii, yakni pari dan manta, Hiu Paus merupakan jenis ikan yang memiliki kerangka tubuh tersusun atas tulang rawan (cartilaginous fish).

Berbeda dengan spesies Hiu yang lain, Hiu Paus memiliki preferensi menu makanan yang unik. Pasalnya, ikan ini lebih gemar makan plankton, ikan kecil, dan udang-udangan dibandingkan ikan-ikan besar.

Meskipun Hiu Paus memiliki 3.000 gigi yang sangat kecil, namun jarang digunakan karena ikan ini bersifat filter feeding. Artinya, Hiu Paus akan memasukkan air beserta segala partikel yang tersuspensi didalamnya secara masif kemudian difilter melalui struktur penyaring dalam insangnya. Setiap jam nya, Hiu Paus mampu menyaring air hingga 1.500 galon.

Populasi Hiu Paus tersebar di seluruh laut tropis dan sub tropis, yaitu di Samudera Atlantik, Pasifik, dan Hindia. Hiu Paus mampu bermigrasi hingga ribuan kilometer melintasi samudera. Pada musim semi, sebagian besar populasi Hiu Paus cenderung akan bermigrasi ke paparan benua bagian barat Australia.

Di wilayah ini dapat ditemukan tempat jumlah plankton yang melimpah, yakni tepatnya di Ningaloo Reef. Di perairan Indonesia, Hiu Paus kerap ditemukan muncul di beberapa wilayah dekat pantai atau muara, seperti Teluk Cenderawasih, Derawan, dan Spermonde. Kemunculan Hiu Paus di berbagai wilayah yang bukan merupakan habitat aslinya dipengaruhi oleh faktor ekologi perairan tersebut.

Secara ekologis, Hiu Paus hidup di zona pelagik, yaitu di perairan atau kolom perairan. Keberadaan Hiu Paus erat dengan kelimpahan pakan di wilayah perairan tertentu. Apabila Hiu Paus ditemukan didekat wilayah pantai atau muara sungai, diduga disebabkan wilayah tersebut memiliki kelimpahan plankton dan ikan-ikan kecil yang tinggi. Oleh karena itu, wilayah tersebut dapat dianggap sebagai feeding ground bagi Hiu Paus di waktu-waktu tertentu.

Apabila diamati perilaku dan pergerakan Hiu Paus, ikan ini cenderung menyendiri (soliter). Gerakannya yang lamban, yakni sekitar 5 km/jam, menjadikan Hiu Paus sebagai daya tarik wisata bahari. Di beberapa wilayah yang kerap ditemukan Hiu Paus, banyak penyelam atau turis yang memanfaatkan Hiu Paus sebagai ‘kawan’ berenang karena ikan ini bersifat jinak dan menarik.

Saat ini, Hiu Paus dinyatakan sebagai Endangered Species (terancam punah) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak tahun 2016. Di perairan Atlantik, populasi Hiu Paus berkurang sebesar 30 persen dari jumlah sebelumnya. Bahkan, di wilayah perairan Indo-Pasifik, diketahui bahwa terjadi penurunan populasi Hiu Paus hingga 60 persen. Di wilayah perairan Asia, yakni seperti contohnya di Filipina, Hiu Paus banyak diburu untuk diambil daging, minyak, atau siripnya. Di Teluk Cenderawasih, Papua Barat, Hiu Paus kerap tertangkap oleh jaring nelayan (bycatch). (ATN)

Tags: Hiu PausKonservasi LautSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.