• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hong Kong Temukan Zat Penyebab Kanker di 60 Merek Biskuit

by Redaksi Asiatoday
October 24, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hong Kong Temukan Zat Penyebab Kanker di 60 Merek Biskuit

Produk Biskuit. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dewan Konsumen Hong Kong menemukan zat penyebab kanker di 60 merek biskuit, wafer, dan cracker kemasan yang dijual di kota tersebut.

Dewan tersebut menemukan jejak glisidol dan akrilamida di semua varian merek-merek biskuit yang mereka uji. Demikian laporan Says, Sabtu (23/10/2021).

Biskuit-biskuit yang mereka uji termasuk merek populer yang juga dapat ditemukan di seluruh dunia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Dewan Konsumen Hong Kong mengatakan kedua bahan kimia tersebut adalah produk sampingan dari proses manufaktur suhu tinggi

Pengujian pada hewan telah menunjukkan bahwa glisidol dan akrilamida dapat menyebabkan kanker.

Uni Eropa memiliki patokan keamanan untuk akrilamida, yaitu 350mcg/kg biskuit. Namun, tes menemukan segenggam biskuit dalam uji coba telah melebihi batas.

Sementara itu, tanpa menyebutkan batas keamanan, kadar glisidol dalam sampel yang mereka uji berkisar antara 11mcg/kg hingga lebih dari 3.900mcg/kg.

Menurut SCMP, 3-MCPD adalah produk sampingan manufaktur lain yang diketahui memengaruhi fungsi ginjal dan organ reproduksi pria.

Dengan pembacaan tertinggi 2.000 mcg/kg kontaminan dalam sampel uji mereka, Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) mengatakan, orang dewasa hanya boleh mengonsumsi hingga delapan biskuit agar tetap dalam asupan harian yang direkomendasikan. Sementara itu, seorang anak berusia sekitar lima tahun hanya boleh makan tiga biskuit agar tidak melewati tingkat kontaminan.

Pihak pengawas juga menemukan bahwa sebagian besar sampel yang diuji mengandung lemak, gula, atau natrium yang tinggi. Sementara itu, 40 persen dari biskuit sampel memuat label nutrisi yang menyesatkan.

Padahal, itu merupakan informasi penting bagi konsumen, terutama penderita penyakit jangka panjang, seperti diabetes dan masalah jantung.

Kasus terparahnya adalah sampel crackers yang terdeteksi kandungan asam lemak jenuhnya 76 kali lebih banyak dari jumlah yang tertera pada label. Di laman resminya mereka menjelaskan, uji keamanan mengungkap delapan sampel mengandung pengawet atau antioksidan.

Meski jumlah yang terdeteksi tidak melebihi kisaran yang ditetapkan dalam peraturan, lima sampel tidak mencantumkan bahan tersebut dalam labelnya. Makanan pra-paket pun harus menyatakan aditif.

Bahkan jika pengawet mungkin berasal dari bahan, produsen masih dapat memperhatikan pemilihan bahan baku. Juga, memberikan informasi tambahan pada label produk yang menyatakan bahwa bahan tersebut mengandung aditif.

Sampel uji ini meliputi 17 biskuit, 9 biskuit sandwich, 8 wafer, 7 biskuit stik, 6 biskuit soda, 4 biskuit digestif, 2 biskuit ring, 1 biskuit marie, dan 6 jenis biskuit lain. Item uji termasuk keamanan pangan dan kandungan nutrisi dari sampel, serta tinjauan keakuratan label nutrisi.

Dewan Konsumen Hong Kong mengingatkan konsumen untuk hati-hati memilih apa yang mereka makan. Di samping itu, mereka juga sangat mendorong untuk menahan diri dari konsumsi biskuit berlebihan.

Mereka menyebut, meski masuk kategori makanan ringan yang sederhana, biskuit tidak boleh jadi pengganti makanan biasa. Alternatif yang lebih sehat seperti buah segar, kacang panggang tawar, biji-bijian, susu kedelai rendah gula, dan susu rendah lemak pun disarankan.

Dewan juga mendesak produsen untuk meningkatkan kualitas produksi mereka. Juga, secara serius mengurangi tingkat kontaminan, lemak, gula, dan natrium dalam makanan mereka. (ATN)

Tags: BiskuitHong KongIndustri Makanan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.