• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Huawei Kini Unggul dari Samsung

by Redaksi Asiatoday
July 31, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Kolaborasi Huawei Gelar Pelatihan Keamanan Siber

Perusahaan teknologi Huawei. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Huawei kini berhasil melewati Samsung. Untuk pertama kalinya, pengiriman produk ponsel pintar Huawei melaju ke posisi pertama pada kuartal II/2020 di tengah tekanan sanksi dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Berdasarkan laporan Canalys, Jumat (31/7/2020), pengiriman Huawei mencapai 55,8 juta atau menguasai pasar ponsel pintar pada kuartal II/2020. Meski demikian, angka ini tercatat turun 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Posisi kedua ditempati oleh Samsung dengan jumlah pengiriman sebanyak 53,7 juta atau turun 30 persen year on year (yoy).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Di sisi lain, pengiriman Huawei ke luar negeri merosot 27 persen pada kuartal II/2020 yoy akibat sanksi dari Amerika Serikat.

Namun pengiriman Huawei ke pasar China terdongkrak 8 persen dan saat ini lebih dari 70 persen produknya dipasarkan di Negeri Tirai Bambu.

“Ini adalah hasil yang menggembirakan yang diprediksi sebagian orang pada tahun lalu. Jika bukan karena Covid-19, ini tidak akan terjadi. Huawei telah memanfaatkan pemulihan ekonomi China untuk mendongkrak bisnisnya,” kata analis senior Canalys, Ben Stanton, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2020).

Sementara itu, Samsung hanya memiliki pangsa pasar yang sangat kecil di China yakni kurang dari 1 persen. Ekonomi di pasar utama Samsung yakni Brazil, India, dan Amerika Serikat cukup terpukul akibat pandemi Covid-19.

“Menjadi nomor satu adalah cukup penting bagi Huawei. Huawei sangat ingin menampilkan kekuatannya di pasar domestik, penyuplai komponen, dan developer. Perusahan ini harus meyakinkan mereka untuk berinvestasi dan memperluas kesuksesannya ke khalayak luas,” jelas analis Canalys Mo Jia.

Kendati demikian, Jia memandang sangat sulit bagi Huawei untuk mempertahankan posisinya saat ini dalam jangka panjang.

“Mitra-mitra penting di pasar kunci misalnya Eropa, mulai menghindari Huawei, mengurangi produknya dan membawa merek baru untuk mengurangi risiko. Kekuatan China saja tidak cukup untuk menolong keberlanjutan Huawei di pasar global,” imbuhnya. (ATN)

Tags: HuaweiSamsungSmartphone
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.