• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Hyundai Siap Investasi Rp196 Triliun untuk Perangkat Lunak

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi USD1 Miliar, Hyundai Segera Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

Produsen otomotif, Hyundai. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hyundai akan menggelontorkan investasi senilai 18 triliun Won atau setara Rp196 triliun untuk pengembangan perangkat lunak di mobil-mobil baru.

Langkah serupa pernah dilakukan Tesla sebelumnya. Rencana investasi itu diungkapkan oleh Chung Kook Park, President and Head of R&D Division, Hyundai Motor Group saat melakukan presentasi Unlock the Software Age, Rabu (12/10/2022).

Dalam presentasi itu, Hyundai berupaya untuk mengubah pengalaman pelanggan mnegenai mobilitas. Pemahaman masyarakat mengenai mobilitas saat ini memang hanya terpaku pada perpindahan dari satu titik ke titik lainnya. Hyundai mencoba mengubah mobilitas menjadi pengalaman baru dengan cara mentransformasi kendaraan menjadi Software Defined Vehicles (SDVs).

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Chung Kook Park mengatakan rencana transformasi itu akan dilakukan pada 2025. Saat itu seluruh mobil yang dipasarkan oleh Hyundai Motor Group akan dilengkapi dengan perangkat lunak baru.

Jadi ke depannya, mobil tidak lagi dilihat sebagai kendaraan semata tapi ditentukan oleh perangkat lunak yang menggerakkannya atau Software Define Vehicles.

“Dengan mentransformasi seluruh lini kendaraan menjadi Software Defined Vehicles pada tahun 2025, Hyundai Motor Group akan sepenuhnya memberikan definisi baru terhadap konsep sebuah mobil serta terus memimpin jalan memasuki era mobilitas baru,” jelas Chung Kook Park.

Chung melanjutkan perangkat lunak kreasi Hyundai itu nantinya akan memungkinkan pelanggan untuk menjaga mobil mereka tetap menjadi yang terdepan dengan fitur dan teknologi terbaru.

“Jadi, tidak akan ada pernah ada kata usang buat mobil-mobil buatan Hyundai. Hal itu terjadi berkat ngadopsi teknologi OTA itu tahun depan, 2023. Kendaraan akan selalu dalam kondisi . Anda tidak perlu pergi ke sevice center untuk melakukan pembaruan OTA,” jelas Chung Kook Park.

Kedua, hadirnya platform baru yang akan membuat pengaplikasian SDVs jadi lebih mudah dan efisien. Platform yang dikhususkan untuk mobil listrik itu nantinya akan hadir dalam dua jenis yakni eM, dan eS.

“Platform baru dari EV ini akan dibuat di bawah sistem Integrated Modular Architecture (IMA) dari Hyundai Motor Group. Platform baru ini mengarah pada standarisasi lebih lanjut serta modularisasi komponen inti kendaraan listrik, seperti baterai dan motor, di mana pada saat yang sama juga menawarkan keuntungan di sektor tambahan bagi kendaraan listrik,” ujar Paul Choo, Executive Vice President of Head of Electronics & Infotainment Development Center Hyundai Motor Group.

Ketiga, Hyundai juga akan mengenalkan Connected Car Operating System (ccOS) yang jadi otak dari seluruh perangkat lunak di mobil Hyundai. Platform perangkat lunak ccOS itu nnatinya dapat diterapkan ke semua controller dan dapat memaksimalkan kinerja perangkat keras melalui daya komputasi yang sangat tinggi. Untuk itu Hyundai bekerja sama bekerja sama dengan NVIDIA dalamn membuat ccOS.

Disebutkan Forbes,rencana yang diungkap oleh Hyundai itu mirip dengan apa yang dilakukan oleh Tesla saat membuat Tesla Model S satu dekade lalu. Saat itu Tesla membangun kapasitas untuk menambahkan fungsionalitas tambahan dan mendistribusikannya ke kendaraan melalui pembaruan over-the-air (OTA).

Cara pembaruan melalui perangkat lunak itu yang kemudian diyakini sebagai awal dari SDV. Saat itu setiap kendaraan diibaratkan sebagai perangkat keras atau hardware yang memiliki fungsi selektif yang bisa ditentukan oleh perangkat lunak.

“Ini adalah arah yang sekarang diambil Hyundai. Investasinya sangat besar untuk pengembangan arsitektur baru dan memperluas kemampuan pengembangan perangkat lunaknya,” tulis Forbes. (ATN)

Tags: HyundaiTesla
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.