• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ibadah Haji Terancam Batal, Pemerintah Indonesia Siapkan Langkah Antisipasi

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Total 74.058 Jamaah Haji Sudah Tiba di Indonesia, 360 Wafat di Tanah Suci

Jamaah Haji Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya pembatalan ibadah haji pada tahun ini sebagai dampak pandemi coronavirus (Covid-19).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali mengatakan, jika ibadah haji batal, maka maskapai pelaksana pengangkutan jemaah haji untuk 1441 H/2020 M akan ditetapkan kembali, tanpa melalui banyak tahap seleksi dengan jenis pesawat dan embarkasi sama sebagaimana yang telah ditetapkan.

“Secara otomatis tiga maskapai yang pada tahun ini terpilih akan ditetapkan kembali untuk tahun depan,” jelasnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2020).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Kemenag juga akan melakukan negosiasi tarif tiket pesawat dengan menyesuaikan kembali komponen harga penerbangan pada tahun depan.

Sementara pembuatan koper jemaah haji untuk tahun ini tidak mencantumkan tahun operasional. Hal ini juga bertujuan agar dapat digunakan pada tahun depan jika pelaksanaan haji dibatalkan tahun ini.

Berdasarkan catatan Kementerian Agama, Garuda Indonesia direncanakan akan melayani 268 kelompok terbang (kloter), Flynas 19 kloter penerbangan haji, sementara Saudia Airlines melayani 221 kloter.

Namun, hingga saat ini Kemenag menunggu keputusan pelaksanaan ibadah haji dari pemerintah Arab Saudi kendati telah menyiapkan berbagai skenario.

Skenario pertama, haji tetap dilaksanakan dengan kuota normal. Skenario ini mengasumsikan dalam situasi risiko kecil yang ditandai dengan perkembangan situasi yang lebih kondusif dan segala bentuk pelayanan di Arab Saudi yang berjalan normal.

Skenario kedua, haji dilaksanakan dengan pembatasan kuota akibat situasi di Arab Saudi yang berisiko. Kuota diperkirakan akan dikurangi hingga 50 persen. Hal ini dengan pertimbangan ketersediaan ruang yang cukup untuk mengatur physical distancing. (AT Network)

Tags: Arab SaudiHajiJamaah HajiJemaah Haji IndonesiaKemenagUmrah Dihentikan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.