• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IKAI Siapkan Strategi Jitu untuk Eksis di Tengah Pandemi

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IKAI Siapkan Strategi Jitu untuk Eksis di Tengah Pandemi 1

Produsen keramik Essenza. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk.,(IKAI IJ), melalui anak usahanya, PT Internusa Keramik Alamasri (INKA), produsen keramik terkemuka di Indonesia menyiapkan strategi jitu untuk tetap eksis dan bertumbuh di tengah tantangan kondisi pandemi saat ini.

Industri keramik memang menghadapi tantangan beberapa tahun terakhir ini. Banjirnya volume keramik impor kerap menjadi masalah hingga kini.

Pemerintah telah meluncurkan kebijakan safeguard keramik berupa proteksi pemerintah dari impor keramik asal China, Vietnam dan India telah ditetapkan pada tahun 2019.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Di awal pandemi Covid-19 lalu, utilisasi industri keramik nasional juga sempat anjlok ke level 30 persen, walalupun kini telah berangsur membaik ke level 56 persen. Di sisi lain, gas industri,  yang proporsinya mencapai 25 persen dari total struktur biaya produksi, juga banyak dikeluhkan karena harganya terus meningkat.

Pemerintah pun akhirnya turun tangan memberikan dukungan dengan kebijakan penurunan harga gas dalam industri manufaktur.

Di tengah semua tantangan tersebut, baik ekonomi secara umum maupun di industri keramik sendiri, INKA berkomitmen penuh untuk terus maju, bertumbuh sehat baik secara operasional maupun secara skala usaha.

Direktur Pelaksana INKA, Angelica Lie mengatakan bahwa INKA sebagai produsen keramik terkemuka di Indonesia terus didorong untuk bertumbuh sehat baik secara organik maupun non-organik.

“Organik, dengan cara mempertahankan kualitas operasional yang prima melalui keunggulan produk berkualitas dan lini produksi yang efisien,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2020).

Di saat yang bersamaan, INKA juga mengembangkan pasar dengan orientasi ekspor ke pasar internasional. Secara non- organik, INKA juga sedang aktif melakukan pengembangan usaha melalui penjajakan aliansi strategis dan akuisisi lini produksi baru untuk memperbesar skala usahanya.

“Hasilnya, realisasi positif telah ditorehkan INKA, dengan tembusnya brand Essenza, produk unggulan INKA, ke pasar ekspor di Amerika Serikat (AS). Pengiriman perdana telah dilakukan di akhir September 2020 lalu dan akan terus berlanjut,” terangnya.

Pasar yang dibidik Essenza di AS pun sangat prospektif, yaitu kawasan California, yang memiliki pangsa pasar besar karena salah satu jantung properti di AS.

Selain itu, kenyataan bahwa keramik asal Indonesia cenderung lebih murah dibandingkan dengan produk impor sejenis di AS, terutama produk impor dari China, memberikan keunggulan kompetitif tersendiri bagi Essenza.

Dengan capaian tersebut Essenza berhasil memposisikan diri sebagai brand keramik berkualitas tinggi dengan harga kompetitif, serta design berselera internasional.

Menurut Angelica Lie, orientasi ekspor dipilih karena 2 hal. Pertama, keberpihakan pemerintah dalam hal proteksi produsen keramik nasional terhadap harga gas industri dan keramik impor, dan embargo Amerika, Eropa, Australia terhadap produk China.

“Kedua hal ini merupakan peluang bagi Essenza yang memang telah memposisikan diri sebagai produsen keramik berkualitas,” imbuhnya.

Angelica Lie juga menambahkan, dari sisi skala usaha, INKA juga tengah mempersiapkan rencana strategi pengembangan usaha secara non-organik. Secara umum diarahkan kepada pengembangan kemampuan produksi dengan beberapa alternatif seperti pembelian lini produksi dari pihak lain, akuisisi pabrik kompetitor, relokasi pabrikan China di Indonesia yang  dikelola oleh Essenza dan beberapa hal lainnya.

Ditambahkanya, bahwa saat ini INKA sedang melakukan survei terhadap pabrik di China dan potensinya di Indonesia sebagai langkah kongkrit menuju rencana itu. Di sisi lain, INKA juga menunjuk konsultan investasi untuk membantu identifikasi calon mitra.

“China menjadi kandidat potensial karena tertutupnya pasar mereka terhadap negara lain sehingga menjadi peluang yang harus dimanfaatkan.  Tunggu saja realisasinya dalam waktu dekat,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessIndustri KeramikPT Internusa Keramik Alamasri
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.