• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ikut Indonesia, Filipina Juga Minta Warganya Hidup Berdamai dengan Covid-19

by Redaksi Asiatoday
August 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Infeksi Covid-19 Melonjak di Filipina, Kini Tertinggi di Asia Tenggara

Tim medis penanganan Covid-19 di Manila, Filipina. Dok

ASIATODAY.ID, MANILA – Setelah residen Jokowi beberapa waktu lalu mengungkapkan agar warga indonesia hidup berdamai dengan Covid-19, langkah itu juga diikuti oleh Pemerintah Filipina.

Kementerian Kesehatan Filipina meminta masyarakat untuk belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Pernyataan disampaikan saat angka kematian akibat Covid-19 di Filipina sudah mencapai lebih dari 3.000 per hari, pada Senin (24/8/2020).

Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire juga meminta semua warga Filipina untuk patuh terhadap standar-standar kesehatan minimum.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Seruan hidup berdampingan dengan covid-19 kata Rosario, harus disampaikan karena hingga kini para ahli kesehatan di seluruh dunia belum melihat tanda-tanda melambatnya infeksi Covid-19.

“Yang penting dalam hal ini adalah perubahan perilaku. Mudah-mudahan, seiring berjalannya waktu, orang-orang akan mengubah perilaku mereka dan mempraktikkan kebiasaan baru,” kata Maria, dilansir dari The Straits Times, Selasa (25/8/2020).

“Warga harus selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan tetap berada di rumah jika tidak ada hal penting untuk dilakukan di luar,” imbuhnya.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan pandemi akan berlangsung setidaknya dua tahun sejak pertama kali muncul.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap pandemi dapat berakhir sebelum dua tahun, dengan argumen pesatnya kemajuan teknologi saat ini.

“Kami harap dapat menyelesaikan pandemi ini dalam waktu kurang dari dua tahun, asalkan upaya kami dibarengi dengan persatuan nasional dan solidaritas global. Hal tersebut merupakan kuncinya,” ungkapnya.

Saat ini rata-rata kematian akibat Covid-19 di Filipina berada di angka 1,55 persen dari total kasusnya. Hampir semua kasus covid-19 di Filipina masuk kategori ringan dan tanpa gejala (asimtomatik).

“Semoga kita bisa selalu menjaga sistem kesehatan agar tidak kewalahan, dan semoga angka fatalitas kita bisa tetap rendah,” pungkas Maria. (ATN)

Tags: Corona AsiaCorona IndonesiaCOVID-19FilipinaManila
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.