• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ILEGAL FISHING: Malaysia Tahan 60 Nelayan China

by Redaksi Asiatoday
October 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Peru Marah Besar Lautnya Diinvasi Ratusan Kapal Ikan China

Kapal-kapal ikan China. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Puluhan nelayan asal China ditahan oleh Pemerintah Malaysia karena diduga menerobos wilayah perairan Malaysia dan melakukan penangkapan ikan secara ilegal (ilegal fishing).

Pemerintah China pun meminta pemerintah Malaysia agar memperlakukan warganya secara adil.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pihaknya telah mengirim perwakilan diplomatik untuk menemui para nelayan dari enam kapal yang ditangkap aparat Malaysia sejak Jumat pekan lalu.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Kami telah meminta agar pemerintah Malaysia adil dalam melakukan penyelidikan kasus itu dan sesuai dengan aturan hukum, untuk melindungi hak-hak dan kepentingan warga China, dan menyampaikan perkembangan penyelidikan tepat waktu,” kata Zhao dalam jumpa pers di Beijing, dilansir dari Associated Press, Selasa (13/10/2020).

Sebanyak 60 awak dari enam kapal nelayan China saat ini ditahan oleh aparat keamanan Malaysia. Mereka terancam pidana penjara dan denda.

Mereka dituduh tidak mempunyai izin melakukan kegiatan di wilayah itu dan berlabuh secara tidak sah di dua lokasi berbeda.

Malaysia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang bersengketa dengan China di Laut China Selatan.

Selain Malaysia, negara di kawasan Asia Tenggara yang bersengketa dengan China terkait hak eksplorasi di Laut China Selatan adalah Filipina, Vietnam, Kamboja, dan Thailand.

China mengklaim seluruh Laut China Selatan adalah teritorial mereka, meski sudah ditolak oleh Pengadilan Permanen Arbitrase Internasional pada 2016 silam.

Laut China Selatan adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia dan juga kaya akan hasil laut. Selain itu, kawasan itu juga diperkirakan menyimpan cadangan mineral dalam jumlah besar. (AP)

Tags: Kapal ChinaKapal Ikan AsingLaut China SelatanMalaysia
No Result
View All Result

Terbaru

  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.