• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ILEGAL FISHING: Vanuatu Tahan 2 Kapal Ikan China

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ILEGAL FISHING: Vanuatu Tahan 2 Kapal Ikan China

Otoritas Vanuatu Tahan Kapal China, Dong Gang Xing 13 dan 16. Foto: The Guardian

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Otoritas negara kepulauan Pasifik Vanuatu telah menahan dua kapal penangkap ikan China dan sebuah kapal pesiar Rusia karena diduga beroperasi secara ilegal di perairannya.

Peristiwa ini diyakini merupakan pertama kalinya bagi pihak berwenang di Vanuatu menahan kapal penangkap ikan China.

Kapal China, Dong Gang Xing 13 dan 16, ditangkap oleh kapal patroli polisi pada 19 Januari 2021 di dekat pulau Hiu di perairan utara Vanuatu, menurut polisi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Kapal-kapal tersebut saat ini ditambatkan di Port Vila, sementara 14 warga negara China menjalani karantina Covid-19 sebelum diinterogasi atas dugaan penangkapan ikan secara ilegal.

“Saat menemani kapal China kembali ke ibu kota, kapal patroli itu juga melihat kapal pesiar Rusia dekat Luganville,” kata polisi.

Tiga warga negara Rusia di dalamnya ditahan dan juga akan menghadapi pertanyaan tentang kehadiran mereka di dekat kota terbesar kedua di Vanuatu.

Kedutaan Besar China di Port Vila belum  berkomentar terkait penangkapan ini.

Penangkapan tersebut terjadi saat aktivitas penangkapan ikan China di Pasifik menjadi sorotan setelah Palau menahan kapal lain bulan lalu. Sementara Palau memiliki hubungan yang kurang baik dengan China karena pengakuan diplomatiknya atas Taiwan, Vanuatu adalah sekutu Beijing dan menerima bantuan besar dari negara adidaya Asia tersebut.

Sebuah laporan dari pusat penelitian Overseas Development Institute yang berbasis di London, Ingggris, tahun lalu menemukan bahwa China memiliki armada penangkapan ikan di perairan jauh terbesar di dunia, diperkirakan berjumlah hampir 17.000 kapal. Mereka menyebut China sebagai aktor besar dalam penangkapan ikan ilegal di seluruh dunia, dengan alasan tata kelola armada yang buruk dan kegagalan untuk mengikuti praktik berkelanjutan. Namun Beijing menyangkal tuduhan tersebut.

“Sebagai negara nelayan yang bertanggung jawab, China menganut jalur pembangunan hijau dan berkelanjutan,” kata seorang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China pada bulan Desember 2020.

Vanuatu menutup perbatasan udara dan maritimnya pada Maret lalu sebagai tanggapan terhadap pandemi Covid-19, di tengah kekhawatiran sistem perawatan kesehatannya yang terbatas tidak akan dapat mengatasi wabah virus.

Sejauh ini negara tersebut telah berhasil menjauhkan virus korona dari masyarakat dengan hanya mencatat satu kasus di karantina pada November. (Aiw/France24)

Tags: Asia PasifikIlegal FishingKapal ChinaVanuatu
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.