• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ilmuwan Temukan Bukti Efek Pasang Surut Bulan di Plasmasphere Bumi

by Redaksi Asiatoday
February 2, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ilmuwan Temukan Bukti Efek Pasang Surut Bulan di Plasmasphere Bumi

Orang-orang berkumpul untuk menyaksikan gelombang pasang Sungai Qiantang di tepi Sungai Qiantang di Yanguan di Kota Haining, Provinsi Zhejiang, China timur. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, BEIJING – Sebuah tim ilmuwan China dan mitra internasional mereka untuk pertama kalinya menemukan bukti sinyal yang disebabkan pasang surut Bulan di plasmasphere Bumi, wilayah dalam magnetosfer, yang dipenuhi dengan plasma dingin.

Penelitian tersebut, yang dilakukan bersama oleh tim ilmuwan dari Universitas Shandong, Institut Geologi dan Geofisika di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China, serta sejumlah institut lainnya, telah diterbitkan baru-baru ini dalam jurnal Nature Physics.

Menurut para ilmuwan, efek yang disebabkan oleh pasang surut Bulan telah dilaporkan di kerak Bumi, laut, atmosfer yang didominasi gas netral, dan medan geomagnetik dekat tanah. Namun, efek pasang surut Bulan di wilayah yang didominasi plasma belum pernah dieksplorasi sebelumnya.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Xiao Chao, salah satu penulis dalam penelitian tersebut yang juga peneliti di Universitas Shandong, mengatakan bahwa mereka mendapatkan temuan baru ini dengan menganalisis data dari 10 lebih satelit selama empat dekade terakhir.

Mereka menemukan bahwa sinyal yang disebabkan pasang surut Bulan di plasmasphere Bumi memiliki periodisasi diurnal dan bulanan yang berbeda, yang berbeda dari variasi semidiurnal dan semibulanan yang dominan dalam efek pasang surut Bulan yang teramati sebelumnya di wilayah lain.

“Temuan-temuan baru ini memperluas pemahaman kita tentang interaksi Bumi-Bulan ke arah yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya,” tutur Xiao, dilansir Xinhua.

Temuan-temuan ini juga memberikan petunjuk penting untuk penelitian pada masa mendatang di wilayah yang lebih luas dan sistem dua benda angkasa, termasuk sistem planet lain di tata surya kita maupun di luarnya, imbuh Xiao. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Pasang SurutPlanet BulanPlanet Bumi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.