ASIATODAY.ID, BRUSSELS – Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengatakan wabah virus corona yang terjadi menimbulkan dampak buruk bagi pertumbuhan perdagangan barang global. Pada awal 2020, kemungkinan akan tetap lemah, bahkan diprediksi dapat lebih buruk.
Melansir Antara, Selasa (18/2/2020), badan perdagangan yang berbasis di Jenewa itu mengatakan indikator perdagangan barang turun menjadi 95,5 dari angka 96,6 yang dilaporkan pada November. Angka kurang dari 100 mengindikasikan pertumbuhan perdagangan di bawah tren jangka menengah.
Menurut WTO, angka baru itu tidak memperhitungkan perkembangan terbaru, seperti pecahnya wabah virus corona baru, yang dapat mengurangi prospek perdagangan lebih lanjut.
Perdagangan barang global turun 0,2 persen tahun ke tahun pada kuartal ketiga 2019, kata WTO, dengan kemungkinan kenaikan pada kuartal keempat.
Namun, data baru menunjukkan pemulihan ini tidak akan berkelanjutan, dengan penurunan sekarang tampak mungkin pada periode Januari-Maret 2020.
Indikator prospek perdagangan WTO adalah gabungan data pesanan ekspor dalam survei bisnis, angkutan udara, pengiriman peti kemas, produksi dan penjualan mobil serta perdagangan komponen elektronik dan bahan pertanian, terutama kayu.
Indikator ini dirancang untuk mengidentifikasi titik balik dan mengukur momentum dalam pertumbuhan perdagangan global daripada memberikan perkiraan jangka pendek tertentu. (ATN)
,’;\;\’\’
