• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Imbas Covid-19, Gelombang PHK Melanda 120.000 Tenaga Kerja di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imbas Covid-19, Gelombang PHK Melanda 120.000 Tenaga Kerja di Indonesia

Salah satu industri furnitur di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi global wabah coronavirus (Covid-19) berdampak serius terhadap dunia industri di Indonesia. Salah satu industri yang kini mulai goyang,  yakni industri furnitur.

Menurut Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) Abdul Sobur, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah berlangsung di industri furnitur sejak 3 pekan lalu.

“Sekitar 30 persen dari total tenaga kerja subkontraktor industri furnitur telah mengalami PHK. Artinya, sekitar 120.000 tenaga kerja industri furnitur telah dirumahkan,” jelasnya dalam keterangan tertulis Rabu (25/3/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Abdul Sobur memprediksi, gelombang PHK ini akan mencapai puncaknya 100 persen dalam waktu tiga bulan kedepan,  jika pandemi global wabah coronavirus di Indonesia tidak bisa diatasi.

Berdasarkan data HIMKI, industri furnitur menyerap tenaga kerja hingga 2,1 juta orang dengan berbagai jenis kontrak. Sementara, 80 persen dari total pabrikan furnitur masih berada di level industri kecil dan menengah (IKM) dengan omzet kurang dari USD1 juta dolar.

Menurut Sobur, penyebab utama dari besarnya gelombang PHK tersebut disebabkan oleh berhentinya atau ditundanya permintaan pasar global sejak awal Maret 2020. Sedangkan 95 persen pelaku industri furnitur di Indonesia berorientasi ekspor.

“Pabrikan furnitur di level IKM hanya memiliki kemampuan arus kas rata-rata 1 minggu. Dengan penghentian maupun penundaan pemesanan yang mencapai 3 minggu, maka jelas PHK tidak dapat dihindari,” imbuhnya.

Sobur menjelaskan, pabrkan furnitur besar memiliki kekuatan arus kas untuk menahan produksi lebih lama, sekitar 1-3 bulan. Namun demikian, beban utang pabrikan juga akan membesar.

Sobur memandang, perbaikan keadaan saat ini hanya bisa dilakukan jika negara tujuan ekspor telah membaik, sementara pemerintah Indonesia hanya bisa membantu meringankan beban pabrikan untuk kembali berproduksi saat wabah Covid-19 sudah mereda.

Dengan kondisi ini kata Sobur,  HIMKI meminta beberapa keringanan dari pemerintah seperti penundaan pembayaran pajak dan relaksasi pembayaran utang sektor perbankan, khususnya bank plat merah.

“Namun kalau pemerintah memiliki  anggaran ekstra bisa meringankan beban perusahaan, tapi koridor itu bisa ditempuh kalau protokol lockdown diterapkan,” imbuhnya.

Dalam analisis HIMKI kata Sobur,  pandemi global wabah Covid-19 yang terjadi saat ini akan menimbulkan krisis yang lebih dalam dibandingkan krisis pada 1998. Pasalnya, krisis 1998 merupakan krisis yang berasal dari dalam negeri yang bisa dikendalikan, sedangkan wabah corona faktor utamanya berada di luar negeri yang tidak bisa dikendalikan.

Dalam kondisi seperti ini lanjut Sobur,  asosiasi berencana untuk mengubah komposisi orientasi industri furnitur nasional. Pabrikan yang orentasi ekspor akan diperkecil dari saat ini sebanyak 95 persen menjadi 30 persen, sedangkan selebihnya diarahkan untuk memasok pasar domestik.

“Kedepan kami harus mulai memperkuat market didalam negeri. Perusahaan furnitur lokal harus mempelajari market domestik sehingga jika ada goncangan di luar, perusahaan akan tetap tahan,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Corona IndonesiaCOVID-19Himpunan Industri Mebel dan KerajinanResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.