• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IMF : Arus Imigrasi Berkontribusi Terhadap Ekonomi Negara Maju

by Redaksi Asiatoday
June 20, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF : Tahun 2020 akan Terjadi Resesi Ekonomi Global

International Monetary Fund (IMF). Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan arus imigran ke negara maju bisa berkontribusi terhadap produktivitas dan produksi dalam jangka pendek dan menengah.

Dalam laporannya, Sabtu (20/6/2020), IMF menyebutkan setiap 1 persen kenaikan laju imigran terhadap total pekerjaan di negara maju setidaknya bakal meningkatkan produksi hampir 1 persen pada tahun kelima.

Laporan bertajuk ‘World Economic Outlook’ ini juga mengungkapkan kenaikan produktivitas para imigran tersebut berdampak positif terhadap rata-rata pendapatan pekerja lokal.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Laporan ini terbit tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewacanakan untuk membatasi visa imigrasi berbasis pekerjaan ketika AS masih bergelut dengan pandemi Covid-19.

Trump mengklaim rencana itu untuk melindungi warga AS dari ketatnya persaingan dari tenaga kerja asing di tengah tingginya angka pengangguran di Negeri Paman Sam ini. Imigrasi juga menjadi isu yang memicu percepatan di Eropa dan menjadi salah satu alasan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Melansir Bloomberg, IMF mengemukakan imigran di negara-negara maju berkontribusi sekitar 12 persen dari total populasi, atau naik dari 7 persen pada 1990.

Lembaga donor internasional ini bahkan memprediksi kontribusi imigran akan terus naik selama 30 tahun ke depan di tengah melesatnya populasi di negara berkembang.

Negara maju terus menjadi pilihan bagi masyarakat untuk bermigrasi karena produk domestik bruto per kapitanya lima kali lebih tinggi dibandingkan negara-negara kurang maju dan berkembang.

Meskipun laporan ini menyatakan bahwa migrasi memiliki dampak positif jika dikelola dengan baik, lembaga ini tidak mempertimbangkan fenomena lainnya yakni meningkatnya persaingan bagi pekerja lokal atas kedatangan pekerja asing ini.

IMF juga mendesak negara-negara maju untuk melakukan pelatihan dan program pendidikan untuk para imigran supaya kedatangan mereka dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. (ATN)

Tags: IMFTenaga Kerja Asing
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.