• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF dan World Bank Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global

by Redaksi Asiatoday
April 20, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Setelah Ukraina Hancur, Zelensky Baru Akui Tak Akan Jadi Bagian NATO

Berbagai fasilitas di Ukraina hancur setelah digempur pasukan Rusia. Dok ABC

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (IMF) dan World Bank mengoreksi pertumbuhan ekonomi global.

World Bank memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 4,1% menjadi 3,2%. Sementara IMF memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,8% menjadi 3,6%.

Laporan Reuters pada Rabu (20/4/2022), penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang kedua kalinya di tahun ini karena dampak langsung dari krisis Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, IMF juga memperingatkan inflasi telah menjadi bahaya nyata bagi banyak negara.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

IMF menyebut, perang di timur benua Eropa itu, diperkirakan akan semakin meningkatkan inflasi. Seiring dengan itu, pengetatan sanksi Barat terhadap Rusia yang membidik ekspor energi akan menyebabkan penurunan besar dalam output pertumbuhan global.

Risiko lain datang dari perlambatan yang lebih tajam dari China yang dipicu oleh meluasnya penguncian Covid-19. Lanjut IMF, kenaikan harga makanan, energi, dan barang-barang lainnya dapat memicu kerusuhan sosial, terutama di negara-negara berkembang yang rentan.

Lebih lanjut, pertumbuhan global jangka menengah diperkirakan akan turun menjadi sekitar 3,3% dalam jangka menengah. Dibandingkan, rata-rata pertumbuhan pada 2004 hingga 2013 sebesar 4,1%, dan pertumbuhan pada 2021 yang sebesar 6,1%.

“Berapa biaya invasi Rusia ke Ukraina? Krisis di atas krisis, dengan biaya manusia yang menghancurkan dan kemunduran besar bagi ekonomi global,” kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina.

IMF telah memperkirakan bahwa pendapatan domestik bruto (PDB) Ukraina akan runtuh sebesar 35% tahun ini. Sementara output Rusia akan menyusut sebesar 8,5% pada tahun 2022. Sementara negara berkembang Eropa, akan terkontraksi sebesar 2,9%.

Tetapi Kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan pengetatan sanksi terhadap Rusia untuk memasukkan pembatasan ekspor energi dapat menggandakan penurunan PDB Rusia menjadi 17% pada tahun 2023.

Uni Eropa, yang sangat bergantung pada energi Rusia, melihat perkiraan pertumbuhan 2022 dipangkas sebesar 1,1%. Sementara Inggris sekarang menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang lebih persisten daripada ekonomi utama lainnya pada tahun depan.

“Limpahan dari harga energi yang lebih tinggi, hilangnya kepercayaan dan gejolak pasar keuangan dari langkah ini akan memotong dua poin persentase dari perkiraan pertumbuhan global,” kata Gourinchas.

IMF menyatakan perang yang digambarkan Rusia sebagai operasi militer khusus telah menyebabkan krisis kemanusiaan di Eropa Timur dan menggusur sekitar 5 juta warga Ukraina ke negara-negara tetangga.

Perang juga telah memperburuk inflasi yang telah meningkat di banyak negara karena ketidakseimbangan pasokan dan permintaan terkait dengan pandemi.

Ditambah dengan lockdown terbaru di beberapa wilayah di China, diprediksi akan menyebabkan hambatan baru dalam rantai pasokan global. (ATN)

Tags: IMFWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.