• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IMF Proyeksi China Jadi Penggerak Ekonomi Dunia Pascapandemi

by Redaksi Asiatoday
April 7, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan China akan menjadi motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi global pasca pandemi Covid-19.

Menurut IMF, China akan berkontribusi lebih dari seperlima dari total peningkatan produk domestik bruto dunia dalam lima tahun hingga 2026. PDB global diperkirakan naik lebih dari USD28 triliun menjadi USD122 triliun selama periode itu, setelah mengalami penurunan USD2,8 triliun tahun lalu akibat kontraksi dan depresi besar.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan India akan menjadi kontributor terbesar kedua dan ketiga untuk pertumbuhan global pada periode tersebut, dengan Jepang dan Jerman melengkapi lima besar. Secara keseluruhan, IMF memperkirakan bahwa ekonomi global akan tumbuh 6 persen tahun ini, sebelum melambat menuju kecepatan 3 persen pada 2026.

RelatedPosts

Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Lembaga itu juga memperingatkan bahwa pertumbuhan dalam ekspansi yang akan datang mungkin tidak merata, dengan ekonomi berkembang diperkirakan mengalami kerugian yang lebih besar dan lebih lambat dalam pemulihan.

“Ketimpangan pendapatan kemungkinan akan meningkat secara signifikan karena pandemi,” tulis IMF dalam laporan World Economic Outlook, dilansir Bloomberg, Rabu (7/4/2021).

Hampir 95 juta lebih orang diperkirakan telah jatuh di bawah ambang kemiskinan ekstrem pada 2020 dibandingkan dengan proyeksi prapandemi. Salah satu alasan untuk perbedaan tersebut adalah pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan di AS. Negeri Paman Sam adalah satu-satunya ekonomi besar yang diperkirakan IMF akan tumbuh lebih besar dibandingkan sebelum pandemi pada tahun depan.

Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan kenaikan suku bunga AS dapat menimbulkan ancaman bagi pemulihan di pasar negara berkembang. (ATN)

Tags: Asia BusinessChinaIMFPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.