• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Serukan Para Pemimpin Dunia Percepat Vaksinasi

by Redaksi Asiatoday
January 29, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF : Tahun 2020 akan Terjadi Resesi Ekonomi Global

International Monetary Fund (IMF). Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) menyerukan kepada pemerintah di seluruh dunia agar segera melakukan tindakan tegas untuk memastikan program vaksinasi berjalan cepat dan ekstensif, serta melindungi rumah tangga paling rentan dan dunia usaha.

“Pandemi Covid-19 semakin cepat di banyak negara dan ketidakpastian sangat tinggi,” tulis Vitor Gaspar, Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, dikutip Jumat (29/1/2021).

Menurut Gaspar, kerja sama global dalam memproduksi dan mendistribusikan pengobatan dan vaksin secara luas ke semua negara dengan biaya rendah sangat penting.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

“Semakin cepat pandemi global berakhir, semakin cepat ekonomi dapat kembali normal dan orang akan membutuhkan lebih sedikit dukungan pemerintah,” kata Gaspar.

Menurut IMF, dukungan fiskal global mencapai hampir USD14 triliun pada akhir Desember 2020, naik sekitar USD2,2 triliun sejak Oktober 2020.

“Covid-19 adalah gangguan yang sangat besar bagi semua negara di seluruh dunia. Pendapatan pajak telah menyusut cukup substansial,” kata Gaspar kepada Xinhua dalam sebuah wawancara video, menyebut tindakan fiskal yang cepat dan kuat seperti itu “mutlak diperlukan” untuk membantu mengatasi pandemi dan untuk menghindari krisis keuangan.

Bersama dengan kontraksi ekonomi yang mengakibatkan pendapatan yang lebih rendah, dukungan tersebut telah menyebabkan peningkatan utang dan defisit publik (pemerintah), menurut laporan IMF.

Rata-rata utang publik di seluruh dunia mendekati 98 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada akhir 2020, dibandingkan 84 persen yang diproyeksikan sebelum pandemi untuk periode sama.

Ketika ditanya apakah pembuat kebijakan harus prihatin dengan utang publik yang membengkak, Gaspar mengatakan kepada Xinhua bahwa orang harus selalu khawatir tentang manajemen risiko keuangan publik yang tepat, dan untuk mengingat keberlanjutan utang publik, tetapi pada saat ini, “yang pertama prioritasnya adalah mengalahkan pandemi.”

“Sebagian besar negara perlu berbuat semaksimal mungkin, mengingat kendala anggaran yang semakin ketat,” kata Gaspar.

“Ini berarti fokus pada mereka yang paling terpukul dan paling rentan, termasuk kaum miskin, perempuan, dan pekerja informal, dan perusahaan yang kemungkinan besar akan tetap bertahan setelah krisis atau secara sistemik penting bagi perekonomian,” tambahnya.

Gaspar mendesak para pembuat kebijakan untuk mencapai keseimbangan antara memberikan lebih banyak dukungan jangka pendek untuk memastikan pemulihan yang solid dan menjaga utang pada tingkat yang dapat dikelola dalam jangka panjang.

Blog IMF tersebut juga mencatat bahwa di negara-negara berpenghasilan rendah, respons kebijakan fiskal menjadi lebih terbatas, karena kendala pembiayaan dan program kesejahteraan yang kurang berkembang, menambahkan bahwa pandemi berisiko meninggalkan “dampak yang bertahan lama” di negara-negara ini.

Mereka akan membutuhkan bantuan tambahan, termasuk melalui hibah, pembiayaan lunak, perpanjangan inisiatif penangguhan pembayaran utang G20, atau, dalam beberapa kasus, restrukturisasi utang, menurut laporan tersebut.

“Pemerintah perlu memenangkan perlombaan vaksinasi, menanggapi secara fleksibel kondisi ekonomi yang berubah, dan menyiapkan panggung untuk pemulihan yang lebih hijau, lebih adil, dan lebih tahan lama,” kata Gaspar. (Ant)

Tags: IMFVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.