• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

INA dan Masdar Gelontorkan Investasi Sekitar Rp6,75 Triliun ke PGEO

by Redaksi Asiatoday
February 27, 2023
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Atasi Perubahan Iklim, PGE-South Pole Sepakati Perdagangan Kredit Karbon

Pertamina Geothermal Energy Kraha. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia Investment Authority (INA) dan Masdar, perusahaan asal Uni Emirat Arab Masdar menggelontorkan investasi dengan nilai sekitar US$450 juta atau Rp6,75 triliun dalam penawaran umum perdana saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO).

Dalam IPO yang resmi dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/2/2023), PGEO menawarkan 10,35 miliar saham baru yang mewakili 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Dengan harga penawaran Rp875, maka Pertamina Geothermal berhasil menghimpun dana Rp9,05 triliun.

INA yang merupakan Sovereign Wealth Fund (SWF) mengambil bagian 5 persen, sementara Masdar sebesar 15 persen menurut keterangan Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana.

RelatedPosts

DAAZ Company Joins Nickel Downstream Consortium with Antam, Huayou, and EVE

Japan’s Osaka Steel Exits Indonesia, Shuts Down Joint Venture with Krakatau Steel

Arsari Group Accelerates Global Expansion

“Nilai total transaksi kemungkinan sebesar US$480 juta dengan investasi INA sebesar US$120 juta dan Masar US$360 juta,” kata sumber sebagaimana diberitakan DealStreetAsia.

Baik INA maupun Masdar belum memberi konfirmasi besaran dana yang mereka suntikkan dalam IPO Pertamina Geothermal.

INA sebelumnya telah berkolaborasi dengan otoritas investasi Uni Emirat Arab Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dalam investasi jalan tol senilai US$3,75 miliar. Kerja sama itu turut melibatkan Caisse de dépôtet placement du Québec (CDPQ) dan APG Asset Management (APG).

Sementara itu, Menteri Industri dan Teknologi Termutakhir Uni Emirat Arab sekaligus Chairman Masdar Sultan Al Jaber mengatakan investasi di PGEO merupakan wujud dari upaya Masdar untuk mendukung komitmen transisi energi Indonesia. Investasi pada bisnis panas bumi juga merupakan bentuk dukungan Masdar terhadap pengurangan emisi sembari menjaga keamanan energi.

“Untuk mencapai target 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, umat manusia harus memanfaatkan semua sumber energi rendah karbon, termasuk sumber yang saat ini kurang dimanfaatkan, seperti panas bumi,” kata Al Jaber dalam siaran pers.

Direktur Utama Pertamina Geothermal Ahmad Yuniarto menyampaikan harapannya untuk kerja sama lebih jauh dengan Masdar. PGEO saat ini memiliki kapasitas panas bumi terbesar di dunia dan berencana mengembangkan 600 megawatt (MW) dalam kapasitas terpasang tambahan selama lima tahun ke depan.

“Kami berharap dapat bekerja sama dengan Masdar di area yang saling melengkapi dan memungkinkan pengembangan lebih jauh untuk menjadi perusahaan energi ramah lingkungan kelas dunia, dengan kapasitas panas bumi terbesar secara global,” kata Ahmad.

CEO Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi mengemukakan investasi strategis di PGEO bakal melengkapi jejak investasi Masdar di Indonesia yang merupakan pasar panas bumi terbesar kedua di dunia.

“Kami sangat antusias untuk menambahkan energi panas bumi dalam portofolio energi bersih kami. Ini akan menempatkan kami sebagai pemimpin global dalam menyajikan solusi energi bersih,” kata Mohamed Jameel Al Ramahi.

Indonesia memiliki target untuk menambah kapasitas panas buminya dari 2,8 gigawatt (GW) pada 2022 menjadi 6,2 GW pada 2023. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan emisi nol bersih pada 2060 dengan memastikan 23 persen pasokan energi pada 2023 berasal dari sumber terbarukan.

PGEO menjadi perusahaan terbaru yang mengisi portofolio investasi Masdar dalam rangka memperkaya kemitraan strategis di Asia Pasifik.

Sebelumnya, Masdar telah masuk dalam pengembangan fasilitas tenaga surya sebesar 145 MW dalam Cirata Floating Solar PV Plant.

Tahun lalu, Masdar menandatangani perjanjian dengan Tuas Power, EDF Renewables, dan PT Indonesia Power untuk menjajaki pengembangan kapasitas surya hingga 1,2 GW di Indonesia untuk diekspor ke Singapura. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: GeothermalIndonesia Investment AuthorityMasdarPertamina Geothermal Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.