• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indeks Inovasi Indonesia Tertinggal di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
September 23, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkapkan keprihatinannya atas indeks Inovasi Indonesia.

Wapres memandang, Indonesia harus memacu inovasi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain, salah satunya dengan mendorong perguruan tinggi agar aktif melakukan riset.

Merujuk Data Global Innovation Index (GII) 2020, menurut Ma’ruf, peringkat Indonesia dari segi inovasi tidak bergeser di posisi 85 dari 131 negara di dunia.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

“Peringkat ini masih sama dengan peringkat pada tahun 2019 dan 2018,” kata Ma’ruf, Rabu (23/9/2020).

Ma’ruf mengungkapkan dalam laporan yang sama pada tahun sebelumnya, Indonesia berada di posisi kedua terendah dalam bidang inovasi di ASEAN setelah Kamboja. Peringkat tersebut jauh di bawah Singapura (peringkat ke-8) dan Malaysia (peringkat ke-35) di mana perkonomiannya berbanding lurus dengan budaya inovasinya.

Wapres memandang, ada hubungan positif antara inovasi dengan tingkat pendapatan sebuah negara. Dalam laporan itu juga, negara-negara dengan skor inovasi yang tinggi cenderung memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang lebih tinggi.

“Hal ini menunjukkan bahwa inovasi memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sebuah negara,” imbuhnya.
 
Situasi ini dianggap ironis oleh Ma’ruf. Pasalnya, dari segi anggaran Indonesia mengalokasikan dana cukup besar dalam bidang riset dan pengembangan jika dibandingkan dengan Vietnam. Namun, Vietnam memiliki jumlah peneliti lebih banyak, yakni 673 peneliti per 1 juta penduduk.

Sedangkan Indonesia hanya mempunyai 89 peneliti per 1 juta penduduk. Di samping itu, alokasi anggaran riset dan pengembangan Indonesia terbesar berasal dari pemerintah (40 persen), sisanya berasal dari swasta. Sedangkan alokasi anggaran riset dan pengembangan Vietnam kebanyakan berasal dari sektor industri (52 persen), sisanya dari pemerintah.

“Kondisi tersebut tentu harus menjadi perhatian kita semua. Terutama lembaga pendidikan tinggi, termasuk UNILA, yang bertugas mencetak peneliti, kreator dan inovator dalam berbagai bidang,” imbuhnya.

Ma’ruf berharap perguruan tinggi berperan dalam peningkatan daya saing dan kualitas sumber daya manusia. Dia mengingatkan persaingan ekonomi semakin kompetitif.

Indonesia tidak memiliki pilihan selain harus mampu meningkatkan produktivitas nasional melalui peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, inovasi, serta iklim usaha yang lebih baik. (ATN)

Tags: AseanGlobal Innovation Index 2019Wapres Maruf
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.