• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Alami Dampak Perubahan Iklim Jangka Panjang

by Redaksi Asiatoday
February 2, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Elon Musk: Bersiaplah, Matahari akan Membakar Planet Bumi

Pemanasan Bumi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Badan  Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyatakan, bahwa perubahan iklim  global adalah nyata dan berdampak  pada peningkatan  frekuensi dan  intensitas kejadian ekstrem, baik berupa kejadian cuaca atau  hujan ekstrem, iklim ekstrem, ataupun  kejadian anomali iklim global seperti La Nina dan El Nino.

Menurut Dwikorita, tahun 2020  merupakan tahun terpanas kedua di sepanjang  sejarah,  setelah  tahun  2016  (anomali  +0,80  derajat  Celcius),  mengungguli  tahun  2019 (anomali  +0,60  derajat  Celcius).

Kondisi ini mirip dengan perubahan  suhu global sebagaimana dilaporkan World Meteorological Organization (WMO) pada awal Desember 2020.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Sementara itu, Herizal, Deputi  Klimatologi BMKG menjelaskan bahwa  BMKG mencatat perubahan iklim jangka panjang telah terjadi di Indonesia dengan beberapa indikator sebagai berikut: tren konsentrasi gas rumah kaca (GRK) yang diukur di udara bersih (background) Indonesia pada Stasiun Pemantau Atmosfer Global  (Global  Atmosphere  Watch-GAW)  BMKG  Bukit  Kototabang, menunjukkan  laju  peningkatan  konsentrasi  karbon  dioksida (CO2),  metana  (CH4),  nitrous  oksida (N2O),  dan sulfur heksafluorida (SF6) berturut-turut sebagai berikut:  1,6 ppm/tahun, 0,089 ppm/tahun, 0,012 ppm/tahun, dan 0,000004 ppm/tahun.

Hasil pengukuran CO2 pada Stasiun GAW BMKG Bukit  Kototabang  menunjukkan tren peningkatan CO2 yang sama dengan Stasiun  GAW lainnya di dunia,  seperti di Mauna Loa, Hawaii dan Baring Head, Selandia  Baru.

Awal  pengukuran GRK  background di Indonesia, pada tahun 2004,  kata Herizal, konsentrasi  CO2  di  Stasiun  GAW  BMKG Bukit Kototabang  adalah  372  ppm  (baseline),  selanjutnya  hasil   pengukuran pada akhir bulan  Oktober 2020,  konsentrasi  CO2  di  GAW  Bukit  Kototabang  telah  meningkat  menjadi  408  ppm,  sementara rerata global adalah 415 ppm.

“Analisis  perubahan  suhu  udara  rata-rata untuk  seluruh  wilayah  Indonesia  selama 71 tahun terakhir  (1948 –2019)  menunjukkan  laju  peningkatan  suhu  sebesar0,030  derajat  Celcius/tahun,” katanya dikutip dari keterangan tertulis BMKG, Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan data dari 91 stasiun  pengamatan BMKG,  suhu udara  rata-rata  tahun  2020 adalah 27,30 derajat Celcius, lebih panas dibanding normal suhu udara rata-rata periode 1981-2010 yaitu 26,60 derajat Celcius. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingPemanasan GlobalPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.