• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia, ASEAN dan Korea Selatan Perdalam Kemitraan untuk Pulihkan Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
February 17, 2022
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
ASEAN-Korsel Didorong Garap Energi Terbarukan

Presiden RI, Jokowi bersama para kepala negara yang hadir di KTT ASEAN-RoK. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia bersama sembilan negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara  (ASEAN) dan Korea Selatan sepakat melakukan berbagai kegiatan untuk  mendorong upaya  pemulihan  ekonomi  pascapandemi  melalui kemitraan yang lebih erat.

Kesepakatan ini dicapai pada pertemuan The 14th Annual Meeting of the Council of the ASEAN–Korea Centre (AKC) yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (14/2/2022).

“Indonesia mendukung program AKC dalam mendorong pemulihan ekonomi  regional melalui kemitraan yang lebih erat. Penguatan kerjasama menjadi kunci  untuk bisa bangkit bersama di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi dalam ketarangan tertulis, Kamis (17/2/2022).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pengembangan Eksporsekaligus Pemimpin Delegasi Indonesia, Ni Made Ayu Marthini menjelaskan, ada tiga agenda utama  yang dibahas dalam pertemuan tahunan kali ini.

Ketiga agenda tersebut yaitu, membahas program kerja AKC di tahun2022, melakukan evaluasi kegiatan 2021, dan menyepakati keketuaan AKC 2022.

Untuk tahun anggaran 2022, AKC menyepakati 18 program yang terbagi dalam tiga bidang yaitu, perdagangan  dan  investasi, budaya dan pariwisata, serta   komunikasi  dan  informasi  publik.

Beberapa program yang akan dilakukan diantaranya mengintegrasikan UKM di  negara-negara ASEAN dengan jejaring produksi regional maupun global. Misalnya   dengan mengadakan pertemuan roundtable terkait investasi untuk mendorong industri inovatif, termasuk gim, animasi, kesehatan, dan E-mobility.

Program lainnya yaitu menghubungkan startups ASEAN dalam ASEAN Startup  Weeks. Misalnya menggelar pelatihan kapasitas dan lokakarya terkait pariwisata, promosi di bidang pariwisata ASEAN di Korea Selatan, dan publikasi lebih masif  untuk mempromosikan kerjasama pemuda di ASEAN dan Korea Selatan.

“Delegasi Indonesia juga mengusulkan AKC untuk memberikan perhatian khusus agar produk usaha kecil dan menengah (UKM) darinegara-negara ASEAN dapat masuk ke pasar Korea Selatan dengan lebih baik. Kami mengapresiasi peran AKC dalam mendorong kerjasama lebih erat antara ASEAN dengan Korea Selatan, termasuk mempromosikan hasil kegiatan melalui platform media sosial dan digital,” ujar Made.

Made juga berharap, pemanfaatan berbagai program promosi yang diselenggarakan AKC dapat berkontribusi dalam peningkatan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Korea Selatan yang pada 2021 mengalami kenaikan sebesar 41,8 persen.

“Kinerja ini merupakan kabar baik dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi,  khususnya karena Indonesia dan Korea Selatan telah menandatangai Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang akan segera diimplementasikan,” tutur Made.

Sementara sebagai bentuk evaluasi kegiatan 2021, Made mengungkapkan, Indonesia telah memanfaatkan 11 program yang diselenggarakan oleh AKC di sektor jasa kreatif bagi pelaku usaha Indonesia  dalam penetrasi ke pasar Korea Selatan.

Program tersebut antara lain partisipasi pada Global Game Exhibitions, ASEAN Content Matchmaking, ASEAN Trade Fair Food & Beverage Programs, dan ASEAN Startup.

“Indonesia menggarisbawahi pentingnya AKC membangun program industry kreatif untuk mengembangkan industri animasi, komik, dan gim karena Korea Selatan telah memiliki ekosistem yang cukup maju di bidang tersebut. Sedangkan untuk program budaya dan pariwisata, Indonesia mengusulkan program “The ASEAN+3 Tourism Summit” di bulan September 2022, bersamaan dengan keketuaan Indonesia dalam World Tourism Day 2022. Hal ini untuk mendorong bergeliatnya kembali kinerja sektor pariwisata akibat pandemi,” jelas Made.

Selain itu, pada pertemuan tersebut, secara aklamasi, Kamboja dipilih sebagai Ketua AKC 2022 dan Indonesia dipilih sebagai Wakil Ketua.

Sedangkan Brunei Darussalam, yang  sebelumnya Ketua AKC 2021, telah dipilih menjadi rapporteur (pihak yang ditunjuk untuk melaporkan proses pertemuan).

Sekilas tentang ASEAN-Korea Center

ASEAN-Korea Center (AKC) adalah organisasi  antar pemerintah yang dibentuk  untuk mendukung dan meningkatkan kerjasama kemitraan ASEAN-Korea Selatan, mengembangkan saling pengertian melalui pertukaran kebudayaan dan people-to-people  contact, serta mendorong upaya integrasi ASEAN.

AKC resmi didirikan pada 13 Maret 2009 berdasarkan nota kesepahaman (Memorandum  of Understanding/MOU) yang ditandatangani pada KTT ke-11 ASEAN-ROK bulan November 2007 dan mulai berlaku sejak Desember 2008.

AKC beranggotakan 10 negara anggota ASEAN dan Republik Korea Selatan. Sekretariat AKC berada di Seoul, Korea Selatan. Council ditetapkan sebagai lembaga pemegang kuasa tertinggi dalam pengambilan keputusan yang terdiri  atas  11 Council  Directoryang  ditunjukdari  masing-masing  negara  anggota.

Terdapat  tiga pilar kegiatan AKC yakni perdagangan dan investasi, budaya dan  pariwisata,  serta hubungan masyarakat  dan pertukaran  informasi. Sementara  itu, keketuaan AKC dipilih secara bergilir setiap tahun diantara negara-negara ASEAN. (ATN)

Tags: AseanIK-CEPAKerjasama Indonesia-Korea SelatanKTT ASEAN-RoK
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.