• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Awasi Ketat Pergerakan Uang Kertas Asing

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapan Indonesia Terbebas dari Jerat Utang Asing?

Bank Indonesia. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) mekanisme penanganan keadaan tidak normal pembawaan uang kertas asing ke dalam dan ke luar daerah pabean Indonesia.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di sela acara puncak (summit event) Central Banking Services Festival (CBFest) 2023 di Bali yang berlangsung 3 Oktober dan 4 Oktober 2023.

Dalam penandatanganan kerja sama itu, BI diwakili oleh Deputi oleh Gubernur Doni P. Joewono, sementara Kementerian Keuangan diwakili Dirjen Bea Cukai dan Kepabeananan Askolani, sedangkan Lembaga National Single Window (LNSW) diwakili Kepala LNSW Mochamad Agus Rofiudin.

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono menegaskan, kerja sama ini merupakan komitmen BI dalam menjaga mandat untuk memelihara stabilitas nilai rupiah, termasuk melalui pengendalian moneter, yaitu mengatur lalu lintas pembawaan uang kertas asing (UKA) ke dalam dan ke luar daerah pabean Indonesia.

“Pelaksanaan pengawasan lalu lintas UKA membutuhkan sinergi dan kerja sama yang erat antara BI dan Kemenkeu, khususnya Dirjen Bea Cukai dan LNSW untuk menjaga kedaulatan rupiah serta stabilitas moneter,” katanya, dikutip melalui siaran pers, Rabu (4/10/2023).

Menurut Doni, selama ini sinergi BI dan Kemenkeu telah terwujud dalam implementasi sistem informasi perizinan yaitu e-Licensing BI yang telah terkoneksi dengan Sistem Indonesia National Single Window (INSW) dan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang dikelola oleh Kemenkeu.

Adapun, CBFest 2023 mengangkat tema ‘Leveraging Digital Central Banking Services for Economic Recovery’.

CBFest merupakan kegiatan tahunan BI untuk memperkuat layanan kebanksentralan kepada stakeholder dan mitra strategisnya.

Tahun ini, CBFest 2023 pun termasuk dalam side event Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023 sebagai bentuk upaya mewujudkan ASEAN sebagai The Epicentrum of Growth.

Rangkaian kegiatan CBFest 2023 juga merupakan wujud nyata upaya BI untuk meningkatkan layanan kebanksentralan yang mendukung pencapaian visi BI menjadi bank sentral digital terdepan yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Bank Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.