• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Butuh Investasi Satelit Dukung Transformasi Pendidikan

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Butuh Investasi Satelit Dukung Transformasi Pendidikan

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI), Arif Satria. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Forum Rektor Indonesia (FRI) memandang, Indonesia membutuhkan investasi satelit untuk mendukung transformasi pendidikan di masa pandemi Covid-19. 

“Satelit itu dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19 saat ini,” kata Ketua FRI, Arif Satria dalam Webinar Kampus Merdeka, Forum Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa Seluruh Indonesia 2020 pada Jumat (23/10/2020). 

Arif mengungkapkan, kebijakan pembelajaran jarak jauh yang diberlakukan Kemendikbud beberapa waktu lalu kemungkinan masih akan berlanjut hingga pandemi Covid-19 benar-benar dapat diatasi.

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

Menurut Arif, walau Covid-19 akan mereda, namun PJJ akan tetap digelar meskipun dengan skala yang lebih kecil.

“Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar akan menjadi hal yang mendasar, dan adanya pandemi ini bisa kita jadikan momentum untuk mulai mengembangkan teknologi pendidikan, salah satunya dengan satelit pendidikan,” imbuh Arif.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mencontohkan, investasi Telkom Indonesia untuk Satelit Merah Putih sekitar Rp2,4 triliun. Sementara Telkom 3S membutuhkan dana sekitar Rp3,1 triliun. Itu artinya, kebijakan bantuan kuota internet senilai lebih dari Rp7 triliun per semester untuk siswa, mahasiswa dan pendidik dapat dialihkan ke pengembangan satelit pendidikan ini.

Gagasan tentang pembuatan satelit pendidikan ini pernah disampaikan Arif saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu di Istana Merdeka.

“Dengan satelit sendiri, maka pemerintah dapat menekan biaya subsidi kuota internet sehingga lebih efisien. Sementara mahasiswa, siswa,  guru, dosen, juga dapat menikmati akses Internet lebih baik dan gratis,” tandasnya. (ATN)

Tags: Arif SatriaForum Rektor IndonesiaIPB
No Result
View All Result

Terbaru

  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.