• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Butuh Rp6.000 Triliun Danai Proyek SDGs

by Redaksi Asiatoday
December 4, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Butuh Rp6.000 Triliun Danai Proyek SDGs

Infrastruktur Jembatan Youtefa, Papua. Foto KemenPUPR

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus mencari alternatif pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Pasalnya, dalam lima tahun kedepan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan (SDGs) diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp6.000 triliun.

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI Luky Alfirman, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini mempertemukan pemangku kepentingan dengan Sustainable Development Investment Partnership (SDIP), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), ASEAN Insurance Council (AIC), dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Di masa lalu hampir semua program dan proyek ini dikembangakan dibiayai pemerintah. Ke depan, peran pemerintah akan menjadi kecil. Pemerintah hanya akan menjadi fasilitator. Untuk proyek infrastruktur lainnya kita ingin sektor swasta untuk masuk,” terang Luky di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/12/2019).

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Sebagai regulator kata Luky, pemerintah akan mendorong agar investasi di sektor infrastruktur di masa mendatang lebih optimal terutama, dalam perancangan regulasi sampai insentif.

“Dari regulator bagaiamana kita menyiapkan regulaasi, menyiapkan insentif facility,” imbuh Luky.

Sementara itu, Co-Chair of the Steering Group of SDIP ASEAN Hub, Donald Kanak menambahkan, pihaknya saat ini menyediakan wadah yang disebut SDIP ASEAN Hub untuk bisa mengakomodir visi pembangunan berkelanjutan.

SDIP mendirikan SDIP ASEAN Hub untuk mengambil peran penting dalam mengelola modal bagi pembangunan berkelanjutan di ASEAN.

“Harapan kami, WEF dan SDIP dapat menjadi platform yang tepat untuk mendorong kolaborasi tersebut dan membawa perubahan terhadap sistem di Indonesia,” imbuhnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: BappenasInfrastrukturKemenkeuSDGs 2030
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.