• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan Australia Gagas Kemitraan dalam Pengembangan Talenta Digital

by Redaksi Asiatoday
June 28, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Transaksi Digital di Indonesia Tembus Rp180,74 Triliun Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 turut mempercepat transformasi digital dunia, termasuk di Indonesia. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Australia memandang penting pengembangan keterampilan digital melalui lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi.

Dalam kerangka itu, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Pemerintah Australia menyelenggarakan seminar bertajuk “Menggali Kemitraan antara Indonesia-Australia dalam Pengembangan Keterampilan Digital” pada Selasa, (29/6/2021).

Seminar ini bertujuan untuk mengidentifikasi model-model pengembangan keterampilan TIK yang sesuai untuk Indonesia dan membantu lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia menyesuaikan sistem mereka sejalan dengan perkembangan
transformasi digital dalam sektor pendidikan saat ini.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Wikan Sakarinto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, mengungkapkan bahwa Indonesia sedang membangun infrastruktur digital terpadu sebagai upaya mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0.

“Namun, peningkatan kualitas keterampilan digital juga penting mengingat permintaan dan ketersediaan talenta digital masih belum berimbang. Melalui kerja sama dengan Pemerintah Australia ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi, khususnya untuk keterampilan TIK, agar dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, terampil dan berdaya saing sejalan dengan kebutuhan industri serta pertumbuhan wirausaha baru di bidang TIK,” ujarnya.

Rebecca Hall, Komisioner Victoria untuk Asia Tengara, menyatakan Victoria (Australia) sangat menyambut baik kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia.

“Kami menyambut baik kesempatan untuk dapat meningkatkan potensi sumber daya manusia Indonesia dengan berbagi pengalaman kami dalam
mengembangkan komponen keterampilan digital ke dalam lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi Indonesia,” ujar Rebecca.

ILO pun telah mengakui semakin besarnya permintaan terhadap keterampilan digital di dunia kerja. Sejumlah prakarsa telah dilakukan baik di tingkat global, regional maupun di tingkat nasional untuk mempersiapkan para Negara Anggota dalam menghadapi cepatnya perubahan ketenagakerjaan dan usaha.

“Kami mengapresiasi prakarsa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dan Australia untuk bersama-sama menangani cepatnya perubahan dalam perkembangan keterampilan digital yang saat ini merupakan keterampilan yang paling dibutuhkan. Ini sejalan dengan pendekatan berpusat manusia ILO agar dapat beradaptasi dengan pekerjaan masa depan. Kami berharap acara ini dapat menjadi awal yang baik untuk kerja sama di masa-masa mendatang di antara lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi kedua negara,” ungkap Michiko Miyamoto, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste.

Australia telah banyak berinvestasi dalam pembelajaran daring selama beberapa dasawarsa belakangan ini. Karenanya seminar ini menghadirkan praktik-praktik baik dari Victorian Technical and Further Education (TAFE) dalam membangun sistem pembelajaran jarak jauh dan digital sebagai cara yang efektif untuk menjalankan pelatihan dan pendidikan bagi para siswa secara lebih luas dengan biaya rendah.

Kerja sama yang juga mungkin dilakukan adalah siswa-siswi dari Indonesia kemungkinan dapat mengakses pelantar pembelajaran dan konten daring yang ada dari lembaga TAFE di Victoria. (AT Network)

Tags: Asia Pasifik DigitalKerjasama Indonesia-AustraliaTalenta DigitalTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.