• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia dan Denmark Gagas Kerjasama Kapal Ramah Lingkungan

by Redaksi Asiatoday
November 11, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Denmark Gagas Kerjasama Kapal Ramah Lingkungan

Pertemuan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono dengan Duta Besar Denmark HE Mr. Lars Bo Larsen. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan tiga inisiasi program kepada Duta Besar Denmark HE Mr. Lars Bo Larsen untuk memperkuat kerjasama sektor kelautan dan perikanan.

Menteri Trenggono optimis hal ini menjadi titik awal fruitful collaboration antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Pemerintah Denmark di masa mendatang.

Tiga inisiasi program kerjasama yang disampaikan tersebut yakni pembangunan kapal berbasis teknologi ramah lingkungan dalam bentuk kapal pengawas, lalu kapal penyedia transportasi antar pulau dan pengembangan pelabuhan perikanan yang bersih dan higienis.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Mina Bahari IV, kantor pusat KKP ini sebagai tindak lanjut kunjungan kerja Menteri Trenggono ke Denmark pada 27 hingga 28 Oktober 2021 lalu.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Trenggono menyampaikan bahwa Denmark menjadi salah satu benchmark Indonesia dalam pemanfaatan tenaga listrik untuk transportasi laut.

Pemanfaatan tenaga listrik untuk kapal perikanan ini sejalan dengan prinsip ekonomi biru, dan inovasi tersebut bersifat ramah lingkungan dan cukup efektif mengurangi emisi.

“Pengalaman Denmark dalam membangun kapal bertenaga listrik berpotensi untuk dikerjasamakan yang saling menguntungkan bagi kedua negara, khususnya pengembangan tenaga listrik untuk kapal perikanan dan inovasi dan teknologi yang ramah lingkungan, lebih efisien, dan hemat energi,” ujar Menteri Trenggono.

Selain itu, Menteri Trenggono sangat mengapresiasi perkembangan kerja sama maritim Indonesia-Denmark yang menyepakati pelaksanaan tiga kegiatan, yaitu Marine Spatial Planning (MSP), Green Maritime Practices, dan Training and Safety of Fishing Vessel and Seafarers.

Menurutnya,  Indonesia dan Denmark ini memiliki karakter yang sama yaitu negara maritim dengan banyak pulau yang memerlukan konektivitas laut.

Menteri Trenggono juga menyambut baik rencana penyelenggaraan Technical Webinar “Sharing Best Practices on Marine Spatial Planning (MSP)” pada tanggal 14 Desember 2021 antara Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dan Danish Maritime Authority (DMA), dan mengharapkan dari Webinar tersebut dapat dirumuskan kegiatan konkret kerja sama antara kedua pihak.

Webinar MSP yang akan dilaksanakan secara daring tersebut bertujuan untuk saling berbagi pengalaman, pembelajaran dan hal teknis terkait Marine Spatial Planning.

Pengembangan kerja sama MSP diusulkan meliputi Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang MSP, seperti integrasi perencanaan ruang darat dan laut, integrasi blue economy ke dalam MSP; Pengembangan tools pemantauan pemanfaatan ruang laut dan pengembangan MSP 3 dimensi; dan Kolaborasi pengembangan pilot project MSP di Indonesia.

“KKP menyambut baik jika Pemerintah Denmark dapat memberikan dukungan hibah untuk studi komprehensif terkait pengembangan investasi perikanan dan tantangan logistik terkait rantai dingin produk perikanan di Indonesia, sekaligus memfasilitasi penjajakan terhadap calon investornya (dapat berupa kunjungan misi dagang/investor Denmark ke Indonesia,” ujar Menteri Trenggono.

Menanggapi pernyataan Menteri Trenggono, Dubes Lars Bo Larsen menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung penuh inisiasi program dan poin-poin yang akan dibahas dalam Webinar MSP 14 Desember nanti.

“Kami akan mendukung penuh Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, apalagi berkaitan dengan penerapan ekonomi biru, mengedepankan kesehatan laut,” terang Dubes Lars.

Pada pertemuan itu, Menteri Trenggono didampingi Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Ketua Unit Kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, serta para Staf Khusus dan Asisten Khusus Menteri. (ATN)

Tags: Ekonomi BiruKapal Hemat EnergiKerjasama Indonesia-DenmarkKonservasi LautSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.