ASIATODAY.ID, PUTUSSIBAU – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang berkolaborasi dalam program konservasi danau. Kerjasama ini bertajuk Indonesian Lake Conservation Program.
Salah satu yang menjadi focus utama program ini adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan training. Adapun training ini diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal PDASHL bekerja sama dengan International Lake Environment Committee Foundation (ILEC) dan diikuti sebanyak 808 peserta di seluruh Indonesia.
Training digelar selama 5 (lima) hari mulai dari tanggal 18 sampai dengan 22 Januari 2021, di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama instansi terkait Kabupaten Kapuas Hulu.
Selain untuk menambah pengetahuan, training ini juga merupakan suatu kesempatan untuk memahami pentingnya peran masing – masing pihak baik pusat maupun daerah dalam menyelamatkan ekosistem danau baik pada tataran kebijakan maupun teknis.
“Dalam pengelolaan danau, lingkup pengelolaannya tidak hanya di badan air saja, tetapi juga daerah tangkapan air atau daerah aliran sungainya. Tidak hanya terkait air dan bentang lahan, tetapi juga kehidupan masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu, perlu sinergitas kerjasama multipihak dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Direktur Jenderal PDASHL, Hudoyo, dikutip siaran pers KLHK, Rabu (20/1/2021)
Sebagaimana diketahui di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat banyak danau yang terdiri dari Danau Sentarum berupa Taman Nasional, juga Danau Lindung yang dikelola oleh masyarakat. Danau yang unik di Kapuas Hulu sebagian besar adalah Danau Paparan Banjir dan Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake) yang sangat dipengaruhi oleh air hujan dan sumber air dari hulu Sungai yang mengalami kekeringan ketika musim kemarau. Training dan bimtek ini bukan hanya untuk Taman Nasional saja tetapi seluruh para pihak yang juga bagian dari Cagar Biosfer Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kapuas Hulu.
Ditempat terpisah, Arief Mahmud selaku Kepala Balai Besar Tana Bentarum mengatakan bahwa training dan bimtek ini sangat penting untuk diikuti oleh Balai Besar Tana Bentarum dan Pemerintah Daerah yang ada di Kapuas Hulu dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pengetahuan personil dalam pengelolaan danau.
“Di Kabupaten Kapuas Hulu terdapat Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) sehingga outcome kegiatan training dan bimbingan teknis pengelolaan danau ini kedepan adalah dapat mendukung pengelolaan TNDS yang lebih efektif dan professional“, pungkasnya. (ATN)
