• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan Komisi Ekonomi Eurasia Gagas Perundingan Dagang Masa Depan

by Redaksi Asiatoday
October 1, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Komisi Ekonomi Eurasia Gagas Perundingan Dagang Masa Depan

Negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) sepakat untuk mempererat hubungan ekonomi, khususnya bidang perdagangan dan investasi.

Delegasi kedua pihak sepakat melakukan pertemuan pertama (kick off meeting) Kajian Kelayakan Bersama (Joint Feasibility Study Group/JFSG) secara virtual pada Senin (28/9).

Pihak EAEU diwakili oleh Komisi Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Commission) atau EEC yang menjadi Sekretariat untuk melakukan kajian dengan Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat antara Indonesia dan negara-negara EAEU untuk mempersiapkan kemitraan jangka panjang yang lebih erat, terutama dalam mengatasi tantangan perekonomian global dan menurunnya pertumbuhan ekonomi pascapandemi Covid-19. Kedua belah pihak akan menyusun kajian bersama untuk mendalami hubungan dan potensi di bidang perdagangan barang, jasa dan investasi,” kata Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini selaku Ketua Delegasi RI saat membuka pertemuan pertama JFSG, sebagaimana keterangan tertulisnya yang diterima Rabu (30/9/2020).

Menurut Made, kajian kelayakan bersama ini merupakan langkah awal sebelum kedua pihak melakukan perundingan dagang. Kajian ini nantinya juga akan melibatkan pelaku usaha untuk dapat membantu mengidentifikasi berbagai hambatan dan potensi di lapangan.

Bagi Indonesia, hubungan semakin intensif dengan EAEU merupakan bagian dari strategi kebijakan perdagangan nasional untuk menyasar pasar nontradisional.

EAEU menduduki peringkat ke-24 tujuan ekspor dari Indonesia dan peringkat ke-21 asal impor Indonesia. Ekspor utama Indonesia ke EAEU adalah minyak kelapa sawit, papan panel, kopra, cocoa butter, dan margarin. Sementara impor utama Indonesia dari EAEU adalah pupuk, batu bara, dan gandum.

Pada 2019, total perdagangan Indonesia dengan EAEU mencapai USD 2,6 miliar, dengan nilai ekspor dan impor masing-masing sebesar USD 1,0 miliar dan USD1,5 miliar. Sedangkan perdagangan pada periode Januari—Juli 2020 mengalami penurunan sampai dengan 22,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Perjanjian dagang antara Indonesia dengan negara- negara EAEU diharapkan dapat mendorong laju perdagangan dan investasi diantara keduanya.

“Hari ini kedua pihak membahas struktur dan outline dari kajian. Selanjutnya kami akan menyusun rencana kerja, sehingga dalam tenggat waktu satu tahun kajian ini dapat diselesaikan. Hasil kajian akan menjadi landasan dan pertimbangan ilmiah untuk melihat kelayakan dibentuknya sebuah perjanjian dagang. Kajian ini juga akan memberikan rekomendasi konkret untuk bisa memulihkan kondisi ekonomi masing-masing pihak,” jelas Made.

EAEU adalah persatuan kerja sama ekonomi yang beranggotakan Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan. Sedangkan EEC adalah badan eksekutif dari EAEU yang bertanggungjawab untuk memastikan fungsi dan pengembangan EAEU.

Rencana kajian kelayakan bersama muncul pada 2016, namun baru pada bulan Juni 2020 Kerangka Acuan Kerja (Term of Reference/ToR) dibahas secara intensif dan dalam tiga bulan dapat diselesaikan dengan disepakati TOR pada 14 September 2020. ToR JFSG berisi tujuan, ruang lingkup, metode serta jangka waktu penyusunan kajian. (AT Network)

Tags: Eurasian Economic UnionKerjasama Indonesia-Eurasia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.