• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Norwegia Jalin Kerjasama Penjaminan Mutu, Keamanan dan Kesehatan Ikan

by Redaksi Asiatoday
October 4, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Singapura Buka Peluang Impor Hasil Laut Indonesia

Perikanan di Indonesia. Dok KKP

ASIATODAY.ID, BERGEN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia terus memperkuat kemitraan strategis dengan Norwegia.

Terbaru, Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan kerja sama penjaminan kesehatan ikan serta mutu dan keamanan hasil perikanan dengan Norwegian Food Safety Authority (NSFA).

“Indonesia dan Norwegia terutama BKIPM dan NFSA sebenarnya telah memiliki sejarah hubungan yang baik dalam kerangka kerjasama bilateral kedua institusi dalam bidang mutu dan keamanan pangan. Hal ini disepakati untuk diformalkan dalam bentuk “Mutual Recognition Arrangement” atau MRA,” kata Pamuji saat pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal NSFA, Ingunn Midttun Godal, di Bergen, Norwegia, dikutip Selasa (4/10/2022).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dalam kesempatan ini, Pamuji menyebut pentingnya tugas dan fungsi BKIPM sebagaimana dimandatkan oleh Undang – Undang No 21 Tahun 2019 yakni memastikan penerapan “Tindakan Karantina Ikan dan Inspeksi” baik pada level pusat sampai ke unit pelaksana teknis. Karenanya, dalam pelaksanaan tugas BKIPM selalu terkait dengan perlindungan kelestarian sumber daya perikanan dan industri perikanan, termasuk penyakit ikan berbahaya yang bersifat lintas batas (transboundary aquatic animal disease), mutu dan keamanan pangan asal ikan bagi masyarakat.

“Mengingat tugas tersebut, BKIPM senantiasa memperhatikan prinsip kehati – hatian (precautionary measures) dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap lalu lintas perdagangan komoditas hasil perikanan,” tuturnya.

Kendati demikian, Pamuji memastikan pelaksaan tugas tersebut tetap dalam koridor trade facilitation, sebagaimana Indonesia dan Norwegia telah juga meratifikasi Trade Facilitation Agreement atau TFA berdasarkan atas WTO Bali Deliverable tahun 2013.

Adapun salah satu bentuk komitmen BKIPM dalam mendukung perdagangan hasil perikanan kedua negara adalah terbentuknya Indonesia – EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IE-CEPA, dimana bidang SPS atau Sanitary and Phyto-Sanitary juga termasuk didalam persetujuan kerjasama multisector tersebut.

Rangkaian kunjungan/inspeksi di Bergen Norwegia diakhiri dengan penandatanganan MRA pada 1 Oktober 2022 di Bergen antara Kepala BKIPM dengan Direktur Jenderal NFSA yang dilanjutkan dengan pembahasan kerjasama di bidang SDM, pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta transfer teknologi dll.

Sebelum agenda formalisasi MRA tersebut, Kepala BKIPM juga menerima dan berdiskusi dengan sekitar 30 orang perwakilan dari pelaku usaha perikanan dan investor Norwegia. Kepala BKIPM menyampaikan bahwa Indonesia memiliki beragam produk perikanan yang prospektif untuk masuk pasar internasional terutama Norwegia.

Kepala BKIPM juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini telah mendorong iklim usaha yang bagus dan stabil khususnya bagi para calon investor di bidang perikanan. Hal ini diperkuat dengan pemaparan oleh Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing KKP tentang “Potencial of Indonesian Fishery Product, Norway Market and Potencial of Fishery Investment In Indonesia”.

Pamuji berharap, Norwegia, terutama NFSA dapat mengoptimalkan konsep kerjasama yang telah dituangkan didalam IE CEPA. Selain itu dengan adanya MRA tersebut sebagai pengakuan bahwa sistem jaminan kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan di Indonesia telah diakui atau ekuivalen dengan sistem yang berlaku di Norwegia dan negara – negara EFTA. (ATN)

Tags: Industri PerikananKerjasama Indonesia-Norwegia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.