• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Desak China Jelaskan Informasi Penghancuran Ribuan Masjid di Xinjiang

by Redaksi Asiatoday
September 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Desak China Jelaskan Informasi Penghancuran Ribuan Masjid di Xinjiang 1

Kota Kashgar, Xinjiang. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama mendesak Pemerintah China memberikan penjelasan terkait informasi penghancuran ribuan masjid di Xinjiang dan perlakuan tidak manusiawi terhadap muslim Uighur.

“Kami meminta otoritas setempat  dalam hal ini Pemerintah China untuk memberikan penjelasan apa yang terjadi sehingga dapat menjawab pertanyaan umat muslim di dunia tentang apa yang sesungguhnya terjadi,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2020).

Desakan ini dilatar belakangi adanya laporan oleh Autralian Strategy Policy Institute (ASPI) yang menyebutkan bahwa terdapat sekitar 16.000 masjid di Xinjiang atau sekitar 65 persennya telah dihancurkan oleh pemerintah China sejak 2017. Data ini diperoleh melalui pengamatan gambar satelit.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Sementara itu, sekitar 8.500 telah dihancurkan secara langsung. Namun, sebagian besar tanah tempat masjid-masjid itu pernah berdiri tetap kosong.

Lebih dari 30 persen titik penting untuk umat Islam Uighur seperti kuburan dan jalanan telah dihancurkan. Kendati demikian, China membantahnya. 

Menurut Wamenag, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendiskusikan informasi tersebut, sekaligus menyampaikan kepedulian muslim Indonesia kepada masyarakat Uighur.

“Karena ini menyangkut dengan hubungan diplomatik,” terang Wamenag. 

Dengan permasalahan kehidupan  beragama di sana, Wamenag menggaris bawahi tentang pentingnya kebebasan dalam beragama.

“Kami di Kementerian Agama  berpandangan bahwa kebebasan beragama adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi, dijaga, dan dihormati,” tegasnya. (ATN)

Tags: ChinaKemenagSave UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.