• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Diproyeksi Jadi Negara dengan Pengguna QR Terbanyak di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
October 29, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Diproyeksi Jadi Negara dengan Pengguna QR Terbanyak di ASEAN 1

Transaksi digital. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia diproyeksi akan menjadi negara dengan jumlah pengguna kode Quick Response (QR) terbesar di Asia Tenggara.

Menurut laporan UnaFinancial, perusahaan penyedia solusi untuk fintech, jumlah pengguna aplikasi pembayaran QR di Indonesia tumbuh sebesar 54% pada 2025 dibandingkan dengan 2023.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa jumlah pengguna QR di Indonesia tumbuh sebesar 11% setiap bulannya sejak September 2018, didorong oleh edukasi sistem kode QR nasionalwajib (QRIS) yang rutin dilakukan Bank Sentral Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Tercatat pada Juli 2023, jumlah pengguna aplikasi QR di Singapura, Malaysia, dan Indonesia tembus 997.000 pengguna. Namun, pada 2025, jumlah pengguna ini diperkirakan akan meningkat sebesar 78%, mencapai total 1,77 juta orang. Di mana, dari ketiga negara tersebut, Indonesia akan menjadi yang terdepan dengan 865.300 pengguna,” demikian laporan UnaFinancial yang dikutip, Minggu (29/10/2023).

Secara rinci, pada Juli 2023, jumlah pengguna kode QR di Indonesia mencapai 562.000 orang. Sementara di Malaysia tembus 338.700 pengguna, dan di Singapura mencapai 96.700 pengguna.

Adapun, Malaysia mengalami peningkatan cepat dalam penggunaan pembayaran QR pada bulan April dan Mei 2020, yang masing bertambah 45.000 dan 118.000 pengguna baru. Hal ini disebabkan oleh pengenalan langkah-langkah karantina terhadap pandemi. Selanjutnya, di Singapura, perkembangan pembayaran QR berjalan lancar, tanpa pengaruh kuat dari faktor individual. Pertumbuhan bulanan sejak tahun 2018 tetap berada di angka 2,3% rata-rata.

Dengan menggunakan metode perataan eksponensial, para analis telah memprediksi jumlah pengguna kode QR. Jumlah pengguna maksimum di Indonesia, Malaysia, dan Singapura diperkirakan akan mencapai 1,77 juta orang pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 122.100 pengguna berasal dari Singapura, 787.500 dari Malaysia, dan 865.300 dari Indonesia.

Diperkirakan bahwa dari ketiga negara tersebut, Indonesia akan tetap menjadi yang terdepan dalam hal jumlah pengguna.

Para analis grup tersebut mengomentari bahwa Faktor utama di balik tren positif dalam waktu dekat mungkin adalah pengenalan pembayaran lintas batas dengan kode QR.

“Lima negara ASEAN, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina, telah setuju untuk bekerja sama dalam pembayaran lintas batas menggunakan kode QR atau dompet elektronik,” tulis laporan tersebut.

Bank Negara Malaysia (BNM) dan Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) (MAS) telah meluncurkan sistem pembayaran kode QR lintas batas antara Malaysia dan Singapura pada Maret 2023. Kemudian, Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) mengumumkan implementasi sistem pembayaran kode QR lintas batas.

Peluncuran pembayaran QR antara Indonesia dan Singapura direncanakan sebelum akhir 2023. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia DigitalTransaksi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.