• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Ekspor 12.192 Ton Rempah Tujuan 11 Negara Produksi Sulawesi Utara

by Redaksi Asiatoday
April 22, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Ekspor 12.192 Ton Rempah Tujuan 11 Negara Produksi Sulawesi Utara

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melepas ekspor 12.192 ton rempah-rempah yang dihasilkan para petani di Sulawesi Utara (Sulut). Ist

ASIATDAY.ID, MANADO – Ditengah pandemi coronavirus (Covid-19) Indonesia terus menggenjot ekspor hasil pertanian.

Ya g terbaru, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor 12.192 ton rempah-rempah yang dihasilkan para petani di Sulawesi Utara (Sulut). Seluruh produk pertanian tersebut diekspor ke 11 negara dengan nilai Rp124,7 miliar.

“Ini sebuah capaian hebat. Disaat covid 19 seperti ini, kita buktikan bahwa pertanian itu tidak boleh berhenti. Hanya dengan cara ini menghadapi tantangan covid-19 itu, sekaligus kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk siapkan pangan,” ujar Syahrul melalui keterangan tertulisnya, yang diterima Rabu (22/4/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Adapun besaran ekspor komoditas pertanian yang dilepas ke 11 negara tersebut meliputi pala biji 46,25 ton senilai Rp5,17 miliar, bunga pala 20 ton senilai Rp6,9 miliar, kelapa serabut 59,51 ton senilai Rp167,5 juta, minyak sawit 11.763 ton senilai Rp105,054 miliar dan kelapa parut 289,9 ton senilai Rp7,5 miliar.

Syahrul pun mendorong penuh para petani dan pelaku usaha agribisnis agar tetap aktif mengekspor rempah-rempah Indonesia seperti pala yang memiliki permintaan sangat tinggi di tengah masa pandemi covid-19. Rempah pala asal Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dikenal sebagai penghasil pala terbaik yang dikenal mancanegara.

“Hari ini saya melepaskan ekspor ke Belanda, ke negara Eropa. Saya dapat informasi tadi yang terlock hanya yang ke India dan ke Italia, itupun tetap diekspor. Bulan lalu katanya masih tetap ekspor, hanya sampai di pelabuhan sana belum bisa bongkar. Tetapi di negara ke Amerika dan lainnya tetap bisa jalan. Oleh karena itu, kami tetap mendorong ekspor itu,” ujarnya.

Menurutnya ekspor komoditas pertanian harus bisa lebih berjaya dibandingkan sebelum adanya wabah. Kinerja ekspor yang terus dilakukan menunjukkan bahwa komoditas pertanian tidak mengenal pantangan apapun untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Artinya negara bangsa dan rakyat yang begitu banyak mengharapkan kita (petani) tidak boleh diam. Yang paling penting jaga kesehatan semua, manual kesehatannya harus selalu dijaga, virus korona memang sesuatu yang sangat serius harus dihadapi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syahrul meminta para produsen hulu dan eksportir untuk terus meningkatkan hasil produksi. Sebab, sektor perkebunan saat ini menjadi andalan ekspor pertanian.

“Dalam mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga melakukan terobosan yakni mulai dari pemanfaatan teknologi di hilir, efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi. Selain itu diplomasi untuk menembus ragam dan pasar baru serta penguatan sistem perkarantinaan yang didorong ke arah digitalisasi,” terangnya.

Sementar itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan ekspor asal sub sektor perkebunan masih menjadi andalan dalam mendongkrak devisa negara. Periode Januari Maret ekspor komoditas pertanian Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado telah mengirimkan barang ke berbagai negara tujuan dengan total nilai Rp511,12 miliar.

“Artinya terjadi peningkatkatan nilai ekspor asal Sulawesi Utara sebesar 176 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya khususnya peningkatan nilai komoditas perkebunan,” jelasnya. (AT Network)

Tags: Ekspor IndonesiaEkspor PertanianSulawesi UtaraSyahrul Yasin Limpo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.