• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Fokus Bangun Relasi Global di Tengah Rivalitas Geopolitik

by Redaksi Asiatoday
October 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Geopolitik Global Menajam, Indonesia Tegaskan Prinsip Gerakan Non Blok

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia fokus membangun dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain di tengah dinamika geopolitik kawasan dan global yang terdampak pandemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu menghadapi pandemi ini sendirian.

Indonesia menyayangkan adanya sejumlah negara besar yang justru memperluas pengaruh dan saling bersaing di saat pandemi Covid-19 mewabah ke setiap penjuru dunia.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Indonesia selalu memilih kerja sama daripada kompetisi, dialog dibanding rivalitas,” kata Menlu Retno di forum Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-4 yang digelar Lemhannas RI secara virtual pada Rabu (21/10/2020).

Salah satu tren mengkhawatirkan dalam geopolitik di tengah pandemi covid-19 adalah rivalitas negara-negara besar, terutama yang berlangsung antara Amerika Serikat dan China. Rivalitas keduanya disebut tidak dapat diabaikan, karena berdampak serius terhadap situasi di kawasan dan juga global.

AS dan China berseteru dalam berbagai bidang, termasuk isu Laut China Selatan yang berdampak pada stabilitas dan keamanan di Asia.

Tanpa mengabaikan rivalitas tersebut, Indonesia mendorong semua negara untuk fokus terhadap kerja sama dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19. Secara spesifik Menlu Retno meminta semua pihak untuk fokus menghadirkan vaksin covid-19 bagi semua orang tanpa terkecuali.

Mengenai vaksin, terdapat tren mengkhawatirkan lainnya, yakni sikap populisme dan nasionalisme ekstrem. Menlu Retno menyebut ada sejumlah negara yang berkompetisi untuk menghadirkan vaksin bagi warga mereka sendiri tanpa memedulikan negara-negara miskin.

“Ada ancaman nasionalisme vaksin, yakni saat negara-negara berkompetisi untuk mengamankan vaksin bagi diri mereka sendiri. Ini ancaman bagi kita semua,” ungkap Menlu Retno.

Ia menyebut beberapa tren mengkhawatirkan ini akan terus menjadi bagian dari kenormalan baru ke depan.

“Tren-tren ini mungkin akan terus terjadi jika kita tidak mengakhirinya. Kita harus berusaha mengakhirinya,” tegas Menlu Retno. (ATN)

Tags: Diplomasi IndonesiaMenlu Retno Marsudi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.