• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Fokus Green Energi, Emiten Batubara Hadapi Risiko Pembiayaan Bank

by Redaksi Asiatoday
November 28, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hanasta Resources Siap Akuisisi 7 Perusahaan Tambang Batubara Blackspace

Tambang Batubara. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Emiten batubara di Indonesia sudah harus mulai bersiap menghadapi risiko pembiayaan dari perbankan.

Pasalnya, dengan melihat regulasi pemerintah dan pergerakan bisnis ke arah ekonomi berdasarkan energi baru dan terbarukan, perbankan diperkirakan akan berpikir berkali-kali lipat sebelum memberikan pandaan ke sektor batu bara.

Analisis Moody’s Investor Service menyebutkan, risiko pembiayaan kembali akan meningkat untuk perusahaan batubara, di tengah menyusutnya jumlah pinjaman bank dan kurangnya sumber pendanaan alternatif.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Penambang batubara di Indonesia berisiko menghadapi kekurangan pendanaan mengingat bank domestik dan internasional, serta investor obligasi, semakin selektif dalam memberikan pinjaman ke sektor ini di tengah meningkatnya kesadaran dan regulasi terkait iklim.

“Bank domestik Indonesia memasukkan pertimbangan lingkungan, sosial, tata kelola (ESG) ke dalam praktik manajemen risiko mereka dengan persyaratan bahwa peminjam mengadopsi langkah-langkah transisi karbon. Oleh karena itu, perbankan domestik akan semakin selektif dalam menyalurkan kredit ke sektor batubara,” kata Tengfu Li, Analis Moody dalam laporan riset, dikutip Minggu (28/11/2021).

Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK) juga menerapkan peraturan pada 2017 yang mewajibkan bank untuk mengajukan tindakan keuangan berkelanjutan dan menerbitkan laporan keberlanjutan setiap tahun.

OJK tengah memulai fase kedua dari peta jalan tersebut, seperti memberlakukan Pajak Hijau, yang akan memperkuat disiplin bank dalam mengelola risiko transisi karbon.

Di tengah menyusutnya pinjaman bank, risiko pembiayaan kembali akan meningkat jika penambang Indonesia tidak dapat membayar utang dari arus kas atau melakukan diversifikasi dari batu bara termal.

Maisam Hasnain, Vice President Moody’s, mengatakan perusahaan pertambangan batubara Indonesia yang dinilai memiliki sekitar US$2,9 miliar obligasi yang jatuh tempo antara 2024-2026.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak mungkin untuk sepenuhnya membiayai kembali jatuh tempo obligasi ini dengan pinjaman bank domestik karena pokok agregat obligasi ini besar, setara dengan sekitar 30 persen dari total pinjaman perbankan domestik ke sektor pertambangan per Agustus 2021,” kata Maisam.

Moody’s berharap para emiten tambang dapat memanfaatkan arus kas yang kuat di tengah harga batu bara yang tinggi saat ini untuk melunasi utang. (ATN)

Tags: BatubaraGreen EnergyIndustri Batu BaraMoody's Investor Service
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.