• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Indonesia Galang Negara G20 Bangkitkan Industri Pariwisata Global

by Redaksi Asiatoday
May 6, 2021
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Galang Negara G20 Bangkitkan Industri Pariwisata Global

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Uno. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Uno menggalang negara-negara anggota G20 untuk membangkitkan industri pariwisata global yang terpuruk akibat pandemi Covid-19

Sandi mengungkapkan hal itu saat membuka acara G20 Tourism Ministers Meeting 2021 yang digelar secara virtual pada Selasa (4/5/2021).

Di forum itu, Sandi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 sangat memukul  sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dampaknya, banyak pelaku usaha gulung tikar sebagai imbas penutupan kawasan wisata.

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

“Diketahui investasi asing di sektor  pariwisata mengalami penurunan dari USD48,5 miliar pada 2019 menjadi USD12,6 miliar pada 2020,” kata Sandiaga Uno, dalam rilis yang diterima Rabu (5/4/2021).

“Selanjutnya, pada periode yang sama, sektor pariwisata juga diproyeksikan mengalami kerugian sekitar USD910 miliar hingga USD1,2 triliun,” imbuh dia saat memaparkan gambaran Investasi dan Infrastruktur dalam menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di masa depan.

Kenyataan tersebut, mengejutkan seluruh pihak. Terlebih, sektor pariwisata merupakan sektor usaha yang paling diminati di dunia dan menyumbang devisa yang tidak sedikit bagi banyak negara.

Walau demikian, Sandi menyatakan sektor pariwisata tidak boleh terus terpuruk, tetapi harus bangkit, bertahan hidup, dan berkembang.

Di Indonesia, pemerintah terus berusaha membangkitkan sektor parekraf dengan beragam strategi, seperti pemberian insentif untuk pelaku UMKM dan mengembangkan lima destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

“Melihat sisi baiknya, pandemi memberi kita waktu untuk mengevaluasi ulang dan menemukan kembali apa yang telah kita lakukan di masa lalu. Refleksi itu kemudian didefinisikan kembali guna menciptakan pariwisata yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Menurut Sandi, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar-sektor, bahkan lintas-sektor dan lintas-negara, untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata.

Ke depan kaya Sandi, industri pariwisata membutuhkan model investasi yang lebih berkelanjutan. Hal itu didefinisikan sebagai investasi yang mampu mengintegrasikan risiko lingkungan ke dalam skema pembiayaan dan investasi pariwisata.

“Pandemi telah menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peran teknologi digital dalam kehidupan kita, termasuk bagaimana pemasok pariwisata dapat memenuhi kebutuhan turis. Oleh karena itu, berinvestasi di infrastruktur digital harus menjadi prioritas di negara-negara strategi dan rencana aksi untuk masa depan sektor pariwisata,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga meminta agar negara-negara yang tergabung di G20 untuk mendefinisikan kembali normal baru. Redefinisi itu diharapkan bisa menciptakan keadilan dan inklusivitas bagi semua.

“Sebuah normal yang mengakomodasi, adil bagi semua orang, terlepas dari lokasi geografis, jenis kelamin, dan status sosial ekonomi,” tambahnya.

Memperhatikan pentingnya sejumlah hal tersebut, dia meyakini G20 Tourism Ministers Meeting 2021 dapat menjadi panduan pariwisata untuk mewujudkan visi pariwisata yang tangguh, berkelanjutan dan inklusif dapat terwujud di masa depan.

“Selanjutnya, Indonesia berkomitmen untuk melengkapi upaya presidensi dalam hal ini,” ujarnya.

Sejumlah pihak menghadiri pertemuan tersebut di antaranya, Ketua Pertemuan Menteri Pariwisata Kepresidenan Italia 2021, Menteri Warisan Budaya, Aktivitas dan Pariwisata Italia Republik, Massimo Garavaglia, dan Sekretaris Jenderal Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Angel Gurria. Hadir pula Sekretaris Jenderal Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) Zurab Pololikashvili, CEO World Travel & Tourism Council (WTTC) Gloria Guevara, perwakilan organisasi internasional serta Menteri Pariwisata G20. (ATN)

Tags: Asia TourismG20Industri PariwisataPariwisata BerkelanjutanPariwisata IndonesiaWorld Travel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.