• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Gandeng WHO dan Uni Eropa Perkuat Sistem Kesehatan dan Respon COVID-19

by Redaksi Asiatoday
March 14, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
42 Persen Masyarakat di Indonesia Alami GBV Selama Pandemi Covid-19

Program respon Covid-19. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah  Indonesia menggandeng Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan Uni Eropa (UE) untuk memperkuat respon terhadap COVID-19 serta sistem kesehatan nasional agar di masa depan Indonesia lebih siap menghadapi situasi kedaruratan kesehatan.

Perwakilan WHO untuk Indonesia N Paranietharan mengatakan, pandemi COVID-19 merupakan pengingat bahwa sistem kesehatan yang kuat dan tangguh adalah investasi yang diperlukan untuk ekonomi yang berkembang, serta menjadi pilar utama bagi keamanan kesehatan nasional dan global.

“Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk membangun sistem kesehatan yang lebih baik dan lebih tangguh untuk wabah di masa depan,” kata N. Paranietharan melalui keterangan tertulisnya Minggu (14/3/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut N. Paranietharan, penguatan dalam pelacakan kontak, laboratorium, serta aspek yang berbeda pada respon ini, tidak hanya bermanfaat untuk pandemi COVID-19 saat ini, tetapi juga di masa depan.

Sementara itu, Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam mengatakan, Team Europe menyediakan lebih dari 200 juta Euro untuk mendanai respon COVID-19 dan program kesehatan masyarakat, meningkatkan dukungan masyarakat sipil untuk masyarakat rentan, serta memperkuat sektor kesehatan dan kesiapsiagaan pandemi untuk jangka panjang.

Pentingnya Kolaborasi

Mengutip laman Kementerian Kesehatan, Sehat Negeriku, Uni Eropa juga menyediakan 2,66 juta Euro untuk WHO di Indonesia secara khusus, sebagai bagian dari pendanaan 20 juta dolar Euro untuk respons COVID-19 yang diimplementasikan WHO di Asia Tenggara.

WHO nantinya akan menggunakan dana tersebut untuk mendukung Kementerian Kesehatan dalam menekan laju penularan di masyarakat, serta mempertahankan layanan kesehatan esensial untuk mengurangi penyakit-penyakit dan kematian yang dapat dicegah.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun menyambut kerja sama WHO-EU dan mengapresiasi inisiatif untuk berkontribusi mengimplementasikan pendekatan pengendalian COVID-19 di Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Budi mengatakan ada empat pilar terkait respon terhadap pandemi yang harus dipenuhi. Mereka adalah: diagnostik, teraupetik, vaksinasi, dan peningkatan sistem kesehatan masyarakat.

Selain itu menurut Budi Gunadi, yang terpenting dari kerja sama tersebut adalah bagaimana memperkuat ekosistem sistem kesehatan Indonesia agar semakin tangguh.

“Saya percaya kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kita perlu kerja sama. Kita tidak bisa bekerja secara eksklusif, kita perlu bekerja secara inklusif. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu merangkul masyarakat untuk menciptakan dan membangun sebuah gerakan,” imbuhnya. (AT Network)

Tags: Kerjasama Indonesia-Uni EropaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.