• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Gandeng WOAH Perkuat Manajemen Kesehatan Ikan dan Lingkungan

by Redaksi Asiatoday
September 2, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PMA Sektor Perikanan di Indonesia Dikuasai China, Singapura, Thailand, India dan Jepang

Budidaya tambak di Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menggandeng World Organization of Animal Health (WOAH) untuk tingkatkan produktivitas budidaya.

KKP-WOAH  Sepakat melaksanakan evaluasi Performance Veterinary Services (PVS) pathway sebagai upaya perbaikan manajemen kesehatan ikan dan lingkungan budidaya ikan di Indonesia.

Sebagai informasi, WOAH yang sebelumnya dikenal dengan nama Office International des Epizooties (OIE), adalah organisasi antar pemerintah yang mengoordinasikan, mendukung, dan mempromosikan pengendalian penyakit hewan sebagai kontribusi untuk memperkuat sistem dan layanan kesehatan nasional dan regional.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu mengungkapkan bahwa manajemen kesehatan ikan dan lingkungan merupakan salah satu fokus utama dalam pembangunan perikanan budidaya di Indonesia yang sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono  melalui program pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berbasis ekonomi biru.

“Implementasi kebijakan di bidang kesehatan ikan dan lingkungan yang telah dilakukan oleh KKP antara lain melalui program pencegahan penyakit ikan, pengendalian residu, pengaturan penggunaan obat ikan dan kontrol terhadap resistensi antimikroba, serta standarisasi laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, dan juga manajemen lingkungan perikanan budidaya yang baik melalui penerapan CBIB” jelas Tebe, dikutip Jumat (2/9/2022).

Selain itu, KKP juga memberikan dukungan penuh kegiatan evaluasi yang dilakukan guna memastikan produk perikanan Indonesia, khususnya perikanan budidaya bebas dari penyakit, aman untuk dikonsumsi, berorientasi ekspor serta menerapkan pengelolaan lingkungan budidaya yang berkelanjutan.

“Seluruh upaya ini dilakukan untuk menjamin keberlanjutan sumberdaya perikanan budidaya untuk generasi mendatang,” jelas Tebe.

Sementara itu, ketua tim verifikasi WOAH, Ana Alfonso mengapresiasi kuatnya fokus pemerintah Indonesia dalam mendukung kemajuan sektor perikanan budidaya dengan menjadikannya sebagai kegiatan penunjang devisa negara melalui ekspor maupun meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Menurutnya hal ini memerlukan perencanaan dan koordinasi yang baik terkait manajemen kesehatan ikan dan lingkungan seperti pengendalian dan pencegahan penyakit ikan, sistem tanggap darurat, dan pelaporan yang rutin dan terjadwal.

“Indonesia memiliki jaringan laboratorium nasional yang besar terkait kesehatan hewan akuatik dan memiliki potensi besar bagi produk perikanannya untuk dilakukan modernisasi dan ekspansi. Kolaborasi yang baik juga terjalin secara regional menjadi dasar untuk kesiapsiagaan dan ketanggapan” jelas Ana.

Ana juga menilai pentingnya menambahkan komponen kesehatan lingkungan perikanan budidaya seperti biosekuriti, diagnosis dan pengendalian penyakit, vaksinasi, hingga pengobatan penyakit ikan dalam penyuluhan kepada pelaku usaha budidaya. Kolaborasi dan program bersama pihak swasta maupun akademisi dalam bidang penelitian, layanan klinis dan vaksinasi juga dapat terus ditingkatkan.

“Kami mendukung negara – negara seperti Indonesia untuk berkembang menjadi lebih baik melalui instrumen diagnostik yang tepat untuk mempromosikan budaya peningkatan kesadaran, perbaikan berkelanjutan serta tata kelola yang baik,” tandas Ana. (ATN)

Tags: Ekonomi BiruPerikanan BerkelanjutanWOAHWorld Organization of Animal Health
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.