• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Event

Indonesia Gelar ASEAN Panji Festival

Peringati 6 Tahun Cerita Panji Jadi Warisan Dunia UNESCO

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2023
in Event
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Gelar ASEAN Panji Festival

ASEAN Panji Festival 2023. Foto: Kemendikbud

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menggelar kegiatan berskala internasional bertajuk ASEAN Panji Festival 2023.

Acara ini dalam rangka peringatan 6 tahun ditetapkannya naskah Cerita Panji sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Festival ini berlangsung di beberapa kota yaitu Yogyakarta, Kediri, Surabaya, Malang, dan Surakarta pada 7 hingga 28 Oktober 2023.

RelatedPosts

Glitter Set to Hold Solo Concert, Arvindo Aims to Bring Child-Friendly Entertainment

Indonesia Targets Strategic Global Partnership Role at Salone del Mobile Milan 2026

Shaucha Fest Vol. 1 2026 Held in Surabaya

Perhelatan ini akan menghadirkan perwakilan dari negara anggota ASEAN, yaitu Kamboja, Malaysia, Myanmar, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, serta Singapura.

“Ini adalah pertunjukan pembukaan hasil kolaborasi dari beberapa negara yang cukup lama, selama dua minggu berproses secara bersama-sama dan kemudian membuat karya ini,” kata Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid di sela pertunjukan di Yogyakarta, Jumat malam, 13 Oktober 2023.

Gedung Laboratorium Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menjadi lokasi pertama pertunjukan kolaborasi 9 negara itu. Selanjutnya, dijadwalkan pada 16 Oktober di Kediri, 21 Oktober di Malang, 22 Oktober di Surabaya, dan 25 Oktober di Solo.

Menurut Hilmar, latar belakang dari festival ini cukup panjang.

Awalnya dimulai dengan diskusi panjang selama beberapa tahun dengan pemerintah termasuk anggota negara ASEAN, acara ini akhirnya bisa digelar guna mengembangkan ciri khas cerita Panji yang berasal dari Indonesia.

“Walaupun berasal dari Indonesia, tapi cerita Panji tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Myanmar, Malaysia dalam berbagai bentuk. Dan ini adalah kesempatan kami untuk mempertemukan berbagai bentuk ekspresi dari panji ini di berbagai negara dalam format festival,” katanya.

Ia mengatakan, format Festival Panji yang dalam skala internasional ini masih bersifat klasik, namun dengan memberikan imbuhan yang lebih modern dan kontemporer lantarannya ceritanya berkembang dari waktu ke waktu.

“Usia dari Panji ini sangat tua, dan tentu mungkin bentuk-bentuk awalnya yang sekarang tidak bisa dilacak lagi, rekamannya juga berbeda dengan yang kita lihat sekarang. Sehingga ada kemungkinan di masa akan datang ada pengembangan baru menggunakan elemen-elemen baru,” katanya.

Hal lain yang harus dianggap penting dari festival ini adalah menyebarnya sejarah dan cerita kekayaan budaya Panji dalam berbagai bentuk karya.

“Misalnya komik, film, dan kemudian sastra modern itu juga sangat dimungkinkan untuk mengangkat Panji,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbudristek, Irini Dewi Wanti menyatakan, bahwa cerita Panji adalah sebuah pusaka budaya nusantara yang sudah diakui sebagai Memory of the World (MoW) oleh UNESCO pada 31 Oktober 2017.

Cerita Panji adalah produk kebudayaan yang berasal dari Jawa Timur yang secara garis besar menceritakan kisah cinta antara Raden Panji Asmarabangun atau Panji Inukertapati dari Kerajaan Jenggala dan Dewi Sekartaji atau Dewi Candrakirana dari Kerajaan Panjalu atau Kadiri.

Kisahnya dipahat dalam relief di belasan candi di Jawa Timur, dikisahkan dalam banyak dongeng, dituliskan dalam naskah-naskah kuno, disajikan dalam berbagai seni pertunjukan, dipacak sebagai karya rupa wayang, dilukiskan menjadi motif batik sebagai presentasi etis dan estetis sekaligus.

Kini, kisah Panji menyebar ke berbagai wilayah hingga semenanjung Melayu bahkan lebih populer di Malaysia, Kamboja dan Thailand.

Dengan demikian, Panji sesungguhnya telah menjadi milik bersama bangsa-bangsa Asia Tenggara. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: ASEAN Panji FestivalAsia CulturalUNESCO’s Intagible Cultural HeritageWarisan DuniaWorld Heritage
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.