• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Gunakan Vaksin Asal AS, Arab dan China

by Redaksi Asiatoday
December 12, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
90 Persen BUMN di Indonesia Terdampak Covid-19, Target Deviden Meleset

Menteri BUMN Erick Thohir. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Erick Thohir mengatakan pemerintah sudah memutuskan pengadaan jenis vaksin Covid-19 tahap awal.

“Sesuai dengan keputusan surat dari Menteri Kesehatan, kita memakai vaksin Amerika Serikat (AS), vaksin Arab dan vaksin China,” kata Erick dalam webinar virtual bersama Shopee Indonesia, Sabtu (12/12/2020).

Menurut Erick, pengambilan keputusan mengenai pengadaan jenis vaksin Covid-19 harus disertai dengan keyakinan bahwa vaksin dapat menekan angka penularan dan jumlah kematian.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 99 Tahun 2020, Erick mengungkapkan, domain pengambilan keputusan pengadaan vaksin ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

Pemerintah telah mengizinkan pengadaan vaksin yang berasal dari perusahaan farmasi dan bioteknologi seperti Pfizer, Moderna, Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan juga vaksin yang akan diproduksi secara mandiri yakni vaksin merah putih.

“Jangan terjebak, ini vaksin China, vaksin Amerika. Yang pasti, semua vaksin yang digunakan sudah masuk daftar WHO dan sudah masuk uji klinis 1 dan 2,” bebernya.

Lebih lanjut, Erick menyatakan pengadaan vaksin diharapkan membuat ekonomi nasional bergairah pada 2021. Dengan demikian, target ekonomi nasional diharapkan tumbuh diangka 5 persen.

“Saat ini, pemerintah memang sudah memesan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China. Vaksin ini dijadwalkan akan melalui masa uji klinis di kantor pusat BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero). BPOM dan MUI juga dipastikan terlibat dalam rangka menyukseskan uji klinis tahap awal,” tandasnya. (ATN)

Tags: Erick ThohirVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.