• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Hadapi Ancaman Perang Simetris dan Persenjataan Non Kinetik

by Redaksi Asiatoday
April 9, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Hadapi Ancaman Perang Simetris dan Persenjataan Non Kinetik

Pesawat tempur TNI AU saat melakukan monitoring dan memperkuat kontrol wilayah udara di Samudera Pasifik. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU), Marsekal Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa, saat ini TNI AU menghadapi berbagai ancaman yang terus meningkat. Ancaman yang datang kini tidak hanya bersifat linear, namun juga bersifat simetris. Bahkan juga semakin berkembang dengan adanya pemanfaatan persenjataan non kinetik.

“TNI angkatan udara harus senantiasa mampu beradaptasi dengan segala perkembangan yang terjadi. Karena itu saya bertekad untuk mewujudkan TNI AU yang disegani di kawasan ASEAN dan harus mampu bertransformasi dan senantiasa mampu menyesuaikan diri,” kata Marsekal Fadjar Prasetyo, dalam perayaan HUT ke-75 TNI AU, di Mabes AU Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (9/4/2021).

Menurut Marsekal Fadjar, saat ini TNI AU telah berada pada level dan kondisi yang semakin profesional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya dan kerja keras para prajurit yang telah berjuang dengan penuh semangat untuk kemajuan TNI AU dalam mempertahankan tanah air dan wilayah udara Indonesia.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Sejak didirikan 75 tahun yang lalu, TNI AU mampu menunjukkan eksistensinya dalam menjaga kedaulatan negara di udara,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar TNI yang telah berhasil menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik sehingga TNI AU mampu meraih berbagai pencapaian positif.

Ia mengakui, perkembangan situasi global dalam kurun waktu satu sampai dua dekade terakhir telah terjadi peningkatan kompleksitas ancaman dan tantangan. Semua harus dihadapi dan diantisipasi agar Indonesia terbebas dari berbagai bentuk gangguan dan hambatan.

“Ke depan, situasi akan terus bergerak dan semakin tidak menentu. Dengan kemajuan teknologi dan tidak dapat diprediksi, TNI AU pun menghadapi tantangan dan ancaman yang semakin kompleks dan tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” tandasnya. (ATN)

Tags: TNI AU
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.