ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri Pariwisata Halal Indonesia kini tengah bergeliat di tahun 2020. Selain destinasi wisata, industri perhotelan yang mengusung konsep syariah pun kini tengah bergairah.
Dalam rangka itu, Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC) menemui Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/01/2020). Dalam pertemuan itu, Raffles Hotel turut diperbincangkan.

Hotel mewah (Luxury) yang berada dibawah manajemen Accor ini, pada 2017 lalu mendapat kehormatan sebagai tempat menginap rombongan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz.
Ketua IHLC Sapta Nirwandar mengatakan bahwa bisnis halal di Indonesia saat ini mencapai Rp2,8 triliun dan diprediksi pada tahun 2024 akan mencapai Rp3,7 triliun, yang terbesar ialah sektor makanan.
Dalam kesempatan yang sama Sapta Nirwandar juga menyampaikan kepada Wapres perkembangan pariwisata halal, industri halal, e-toko halal, pendirian program magister bisnis halal (kerja sama IHLC dengan IPB), industri gelatin dan perkembangan ekonomi global.
Pada kesempatan itu, Wapres, K.H Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada IHLC yang terus berupaya mengembangkan halal lifestyle di Indonesia meliputi industri halal sampai ke pendidikan, bisnis, hotel, fashion, dan makanan, pertanda bahwa halal lifestyle atau halal is my life akan terus berkembang.
Wapres menyampaikan, untuk mendukung Indonesia sebagai produsen produk halal, Indonesia sebaiknya memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal yang siap dengan industri yang menghasilkan produk-produk halal.
“Selama ini Indonesia menjadi negara pemberi stempel produk halal pada sekitar 56 lembaga sertifikasi dunia yang meminta sertifikasi dari Indonesia, (walaupun) terdapat beberapa daerah yang mengajukan KEK Halal ke Pemerintah, informasi dari Kementerian Koordinator Perekonomian, kawasaan tersebut harus ada industrinya dapat berupa makanan, minum, kosmetik, fashion, obat-obatan termasuk wisata halal dan industri wisata halal,” ujar Wapres, K.H. Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Adi Satria, Vice President Sales, Marketing, Distribution & Loyalty, Accor Malaysia, Indonesia and Singapore menyampaikan, pihaknya menyambut baik inisiatif Muslim Friendly Hotel.
“Kami menyambut baik inisiatif ini dikarenakan hotel-hotel Accor akan dapat mendukung program ini, salah satu contohnya adalah Raffles Jakarta. Hal itu terlihat dengan sudah tersedianya penunjuk arah kiblat, sajadah, musala, dan makanan halal yang dapat ditemui di hotel ini,” jelasnya.
Accor adalah grup yang melebihi bidang hospitaliti, terkemuka di dunia dan menawarkan pengalaman unik di lebih dari 5000 hotel dan hunian di 110 destinasi. Grup telah mengakuisisi pakar hospitaliti selama lebih dari 50 tahun, menghasilkan portofolio merek-merek yang tak tertandingi dari mewah (luxury) ke ekonomi (economy).
Accor menawarkan portofolio merek terbesar di industri perhotelan yang terdiri dari merek mewah dan premium yang diakui secara internasional, serta merek skala menengah dan ekonomi yang populer, konsep cerdas gaya hidup sesuai permintaan, dan resor yang menakjubkan.
Di samping merek hotel yang terkenal, Accor juga mengelola tempat tinggal berlayanan yang melayani para tamu yang menginap lama dan tempat tinggal pribadi yang bermerek.
Accor memiliki 39 merek di dunia. Di Indonesia, sebanyak 13 merek hotel Accor. Untuk kategori Luxury (mewah) yakni Raffles, Fairmont, Sofitel, sementara untuk Premium (premium) diantaranya Pullman, Swissôtel, Mövenpick, Grand Mercure, Peppers.
Sedangkan untuk kategori Midscale (menengah) yakni Novotel, Mercure. Dan untuk kategori Economy (ekonomi) diantaranya ibis Styles, ibis and ibis Budget. (ATN)
,’;\;\’\’
