• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Jadi Basis Pasar Terbesar Tiktok Shop di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
TikTok Shop Indonesia Resmi Ditutup

Aplikasi TikTok Shop. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia jadi basis pasar terbesar TikTok Shop di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Data Bloomberg menyebutkan TikTok Shop menghasilkan lebih US$2,5 miliar di Indonesia tahun 2022, atau menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan e-commerce itu senilai US$ 4,4 miliar di ASEAN.

“TikTok menaruh harapan besar pada pasar e-commerce yang berkembang di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, negara ini menyumbang hampir 60% pendapatan e-commerce TikTok di wilayah tersebut,” demikian data Cube Asia sejalan dengan Bloomberg dikutip Gizmochina, Jumat (13/10/2023).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Larangan TikTok Shop di Indonesia tidak hanya menimbulkan keraguan terhadap target pendapatan TikTok di seluruh dunia, tetapi juga mengirimkan sinyal peringatan kepada platform perdagangan sosial di Asia Tenggara.

“Tujuan pendapatan TikTok secara global yang ambisius kini berada di ujung tanduk,” kata Asisten Peneliti Program Columbia-Harvard China dan Dunia, William Yuen Yee.

Setelah langkah Indonesia ini, kata dia, pedagang tradisional dan pasar offline di negara-negara Asia Tenggara lainnya kemungkinan akan mengajukan hal serupa kepada pemerintah masing-masing.

Keputusan Indonesia melarang TikTok Shop juga bisa menjadi keuntungan bagi platform e-commerce yang tidak terlalu bergantung pada pengaruh media sosial.

Li Chengdong, selaku pendiri konsultan Dolphin yang berbasis di Beijing, mencatat bahwa upaya e-commerce TikTok belum berhasil di pasar Barat. “Larangan di Indonesia merupakan pukulan besar,” kata dia.

Larangan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan model e-commerce streaming langsung, tren yang berasal dari China.

Douyin, mitra TikTok di China, berhasil meraup pendapatan besar hampir US$205 miliar tahun lalu dari aktivitas streaming langsung, menurut Cinda Securities yang berbasis di Beijing. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia DigitalE-commerceTikTok Shop
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.