• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Jajaki Kolaborasi Riset Vaksin dengan Uni Eropa

by Redaksi Asiatoday
October 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Anggarkan Rp18 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19 Bagi 160 Juta Jiwa

Vaksin Covid-19. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia terus bergerak memperluas kemitraan global dalam upaya menciptakan vaksin Covid-19.

Saat ini, Indonesia tengah menjajaki kolaborasi riset vaksin dengan negara-negara Uni Eropa (UE).

“Sejauh ini belum ada yang langsung kerja sama dengan Indonesia, namun salah satu potensi vaksin mungkin juga berasal dari salah satu negara Uni Eropa. Kami akan menghubungi diaspora Indonesia di negara Uni Eropa,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro, dalam keterangannya, Selasa (20/10/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Menurutnya, Indonesia harus terus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergi riset. Upaya ini diperlukan untuk menciptakan berbagai hasil riset dan inovasi yang menjawab berbagai permasalahan bangsa.

“Sinergi dan kolaborasi riset merupakan kunci dalam kegiatan penelitian dan pengembangan. Oleh karena itu, kami mengapresiasi pelaksanaan European Research Day Indonesia (ERD) 2020, dimana membuka peluang baru bagi Indonesia untuk berkolaborasi dengan peneliti di sejumlah negara Uni Eropa,” terangnya.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket mengatkaan, inisiatif kerja sama global membutuhkan banyak mitra. Kerja sama berbagai macam pemangku kepentingan dapat menawarkan solusi yang paling sesuai terhadap tantangan global tanpa mengenal batas negara.

Misalnya pada saat pandemi Covid-19, Uni Eropa telah menginvestasikan 458,9 juta euro untuk penelitian dan inovasi yang secara khusus menangani Covid-19.

Piket mengatakan, ke depannya penelitian yang dilakukan tak hanya terbatas pada sumber daya alam saja, tapi juga sektor lainnya.

“Uni Eropa berkomitmen untuk mengatasi tantangan terbesar saat ini yaitu perubahan iklim,” kata Piket. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-Uni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.