• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Kejar Penambahan 41 GW Pembangkit Listrik Hijau dalam 10 Tahun 

by Redaksi Asiatoday
May 31, 2021
in GREEN ENERGY
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Kejar Penambahan 41 GW Pembangkit Listrik Hijau dalam 10 Tahun 

Pembangkit Listrik di Indonesia. Dok KESDM

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menjamin perencanaan pembangunan infrastruktur sektor ketenagalistrikan lebih mengedepankan pembangkit yang lebih ramah lingkungan (hijau) berbasis Energi Baru Terbarukan.

Rencana ini seiring dengan target penambahan pembangkit hingga mencapai 40.967 Mega Watt (MW) atau 41 Giga Watt (GW) dalam kurun waktu 10 tahun.

Penambahan target tersebut tertuang dalam rancangan penyusuanan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2021 – 2030.

RelatedPosts

Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

“Kita targetkan dalam 10 tahun ini termasuk 2021 kurang lebih ada 41 ribu Mega Watt tambahan pembangkitnya,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana, dikutip Senin (31/5/2021).

Rida merinci sekitar 34.528 MW telah selesai didiskusikan dengan PLN, sementara 6.439 MW masih dalam tahap diskusi lanjutan.

Dalam roadmap yang ada, pada tahun ini penambahan kapasitas ditargetkan sebesar 8.915 MW didominasi PLT Uap/Mulut Tambang sebesar 4.688 MW dan PLT Gas/Gas Uap/Mesin Gas/Mesin Gas dan Uap sebesar 3.467 MW. Sisanya sebesar 22 MW bersumber dari PLT Diesel dan sekitar 737 MW dari pembangkit EBT yang terdiri dari PLT Air, PLT Panas Bumi, PLTBio, PLT Hibrid dan PLT Surya.

Rida menegaskan, penyusunan RUPTL kali ini akan lebih banyak menempatkan porsi EBT hingga mencapai 48 persen dan sisa 52 persen masih akan ditopang pembangkit berbahan fosil.

“Dibandingkan RUPTL yang sekarang dimana komposisi EBT 30 persen dan fosil 70 persen, sekarang kita perbarui untuk 2021-2030 yang kita susun lebih hijau,” ungkapnya.

Penyusuanan RUPTL “Hijau” ini sejalan dengan target bauran EBT sebesar 23 persen di tahun 2025. Rida pun menjelaskan agar Biaya Pokok Produksi (BPP) tidak mengalami kenaikan dengan mendahulukan pembangkit EBT yang tidak banyak meningkatkan BPP, mendorong lebih banyak Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mendorong PLTU Cofiring dengan tetap menjaga keletarian lingkungan, mengembangkan PLT Panas Bumi dan PLT Air dengan jadwal yang realistris dan program dedieselisasi dengan pembangkit EBT.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan dengan besaran kapasitas terpasang saat ini mencapai 63,2 GW, maka penambahan sekitar 40 GW dalam 10 tahun ke depan bakal membuat total kapasitas terpasang mencapai hampir 100 GW.

“Penambahan EBT sekitar 16,1 GW atau mendekati 40 persen terdiri dari PLTA, PLTP dan EBT lainnya,” kata Darmawan.

RUPTL, Barometer Investasi di Sektor Listrik

Penyusuan RUPTL Perusahaan Listrik Negara (PLN) 2021 – 2030 bakal segera dipercepat proses penyelesaiannya demi menarik investor di ketenagalistrikan. Saat ini, RUPTL masih membutuhkan beberapa masukan dari Menteri ESDM.

“Intinya draft RUPTL ini masih berproses, masih diskusi, masih mengidentifikasi beberapa. Banyak yang sudah kami sepakati, tapi ada juga yang memerlukan arahan dari pimpinan,” jelas Rida.

Adapun beberapa pokok permasalahan yang harus disesuaikan dalam RUPTL tersebut adalah target rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2022.

“Ini menyangkut akses keadilan dan menjadi bagian penting dalam komponen (penyesuaian) RUPTL,” kata Rida.

Selanjutnya pemerintah akan menjaga keseimbangan neraca daya setiap sistem tenaga lsitrik untuk kecukupan pasokan tenaga listrik. Selanjutnya, pencapaian target bauran EBT 23 persen  mulai tahun 2025 dan menjaga agar BPP tidak naik, tidak lagi menambha PLTU batubara kecuali yang sudah financial closing atu konstruksi.

Selain itu, Pemerintah akan merelokasi pembangkit untuk mengurangi over supply di Jawa, melakukan percepatan interkoneksi dalam pulau dan antarpulau dalam rangka peningkatan keadalan, penurunan BPP dan sharing resource energi terbarukan, serta meningkatkan porsi pembangkit EBT menjadi 48 persen.

Berdasarkan aturan yang ada, RUPTL disusun setiap 10 tahun dan dimungkinkan dilakukan perubahan apabila hasil evaluasi perlu dilakukan perbaikan atau ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki. Perubahan juga bisa terjadi karena ada diskresi Menteri ESDM atau Gubernur sesuai dengan kewenangannya.

“Berkaca dari situ, RUPTL merupakan barometer investasi dan cerminan kebijakan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di sektor ketenagalistrikan,” Rida menegaskan.

Rida berharap RUPTL bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat dan menjadi daya tarik bagi investor.

“Insyaallah dalam waktu dekat bisa diselesaikan ya Pak Wakil Direktur (PLN). Apalagi dalam masa pandemi ini makin mengemuka pentingnya investasi di segala sektor, termasuk ketenagalistrikan,” pungkas Rida. (ATN)

Tags: Energi Baru TerbarukanGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid
  • Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.