• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Indonesia Kini Jadi Basis Investasi Korea Selatan

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Kini Jadi Basis Investasi Korea Selatan

Duta Besar Indonesia untuk Republik Korea, Gandi Sulistiyanto saat berbicara dalam forum investasi "Road to G20: Briefing Session on Indonesia Investment Opportunity 2022" di Seoul, (31/5/2022). Dok KBRI Seoul

ASIATODAY.ID, SEOUL – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberi ruang investasi seluasnya bagi para investor asal Korea Selatan (Korsel).

“Indonesia adalah tujuan investasi anda. Apa yang anda butuhkan untuk mengembangkan bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen di Korea ada di Indonesia,” tegas Duta Besar RI untuk Republik Korea, Gandi Sulistiyanto saat berbicara dalam forum investasi “Road to G20: Briefing Session on Indonesia Investment Opportunity 2022” di Seoul, (31/5/2022).

“Indonesia telah menyiapkan sektor-sektor baru seperti jasa digital, jasa layanan kesehatan, perakitan elektronik, alat komunikasi serta pemrosesan produk kimia dan mineral. Karena itu, tanamkanlah modal di Indonesia pada sektor-sektor tersebut guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan, serta temukan mitra pengusaha Indonesia yang tepat dalam forum ini untuk menjalankan usaha bersama,” tambah Dubes Sulis.

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Sejalan dengan Presidensi Indonesia di G20, KBRI Seoul dan IIPC Seoul aktif mendorong investasi pelaku usaha dari Korea Selatan ke Indonesia sejalan dengan tiga prioritas utama Presidensi G20 Indonesia, yaitu: arsitektur kesehatan global, transformasi digital dan transisi energi.

Forum Investasi tersebut menampilkan enam proyek investasi, yaitu: Zona Kawasan Industri Batang dan Kota Grand Batang, Jawa Tengah (Jateng); Peternakan Lobster Terintegrasi Menggunakan Teknologi Kolam RAS di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar); Manajemen limbah Manggar di kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim); Taman Wisata Tumpak Sewu, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim); Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Tolo 2, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel);  dan Proyek Start Up dan percepatan start up oleh Next Indonesia Unicorn/NEXTICORN.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas keuangan guna mendukung kemajuan ekonomi. Kebijakan moneter dijalankan untuk menjaga stabilitas Rupiah, meningkatkan digitalisasi dan mengaplikasikan QR Indonesia Standard, Bank Indonesia fast payment untuk penjualan ritel yang mudah, murah dan aman, serta pengembangan Unicorn menjadi Decacorn.

“Bank Indonesia sedang memperkenalkan Local Currency Settlement untuk mengurangi tekanan dari instabilitas perubahan mata uang asing,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi RI, Nurul Ikhwan, menyebut pertumbuhan 9% dari total target realisasi investasi (2015-2019) sebesar Rp 3.381,9 triliun ke total target realisasi investasi (2020-2024) sebesar Rp 4.983,2 triliun. Terdapat peningkatan arus investasi ke industri berbasis nilai tambah/downstream.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Presiden RI mengenai transformasi ekonomi dari sektor industri primer ke industri berbasis nilai tambah yang dijalankan sejak tahun 2019-2021 mencakup metal dasar, metal dan industri mesin dan peralatan industri meningkat sebesar 90.7% dari Rp 61.6 triliun (2019) menjadi Rp 117.5 triliun (2021).

Setelah pembukaan, pemilik/pendiri dari 6 proyek menyampaikan presentasi mengenai proyek masing-masing di Indonesia. Presentasi ini ditindaklanjuti dengan pertemuan one-on-one secara daring antara pemilik proyek dengan pengusaha Korea.

​Kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Seoul bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Seoul dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Tokyo ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan sesuai aturan setempat. Kegiatan dihadiri sekitar 200 peserta secara luring dan daring, yang terdiri dari para pemimpin sektor bisnis Korsel, termasuk perusahaan besar LX International, Kodeco Energy, Heli Korea Co Ltd, Persolkelly Korea, POSCO International, Lotte E&C, KOIMA dan akselerator start up KB Innovation Hub serta Spark Labs. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-Korea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.