• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Latih Negara Asia, Pasifik dan Afrika Bangun Sektor Kelautan dan Perikanan

by Redaksi Asiatoday
September 3, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Latih Negara Asia, Pasifik dan Afrika Bangun Sektor Kelautan dan Perikanan 1

Kawasan Konservasi Laut Taman Wisata Perairan Gili Matra, Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan aksi nyata dalam upaya pembangunan perikanan skala global.

Salah satunya dengan memberikan pelatihan di sektor kelautan dan perikanan bagi negara-negara negara Asia, Pasifik, dan Afrika dalam kerangka Kerja Sama Selatan Selatan dan Triangular (KSST).

Skema KSST ini dibentuk PBB tahun 1978 untuk mendorong pembangunan negara berkembang. Selain itu, pelatihan diselenggarakan juga dengan dilatarbelakangi isu global terkait ketahanan pangan dan sustainable consumption.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Sejak 2009, KKP telah melatih banyak negara, antara lain Kamboja, Laos, Timor Leste, Afganistan, Fiji, Sri Lanka, Vanuatu, Bangladesh, Maldives, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini, Kamerun, Mozambik, Afrika Selatan, Kenya, Namibia, Sudan, Uganda, Tanzania, Kepulauan Solomon, Zimbabwe, Bahrain, India, Iran, Oman, Arab Saudi, Thailand, Burkina Paso, Zambia, Mali, Filipina, Kiribati, Malaysia, Madagaskar, Angola, Djibouti, Mauritania, Mesir, Nigeria, Senegal, Aljazair, Kaledonia Baru, Samoa, Yaman, Botswana, Burundi, Cape Verde, Comoros, Eritrea, Guinea, Lesotho, Libya, Malawi, Maroko, Mauritius, Republik Demokratik Kongo, Sao Tome and Principe, Seychelles, Swaziland, Tunisia, dan Palau.

Dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut, KKP bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), dan Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC).

“Sektor kelautan dan perikanan memiliki peranan penting sebagai salah satu jawaban mengatasi isu food security dan sustainable consumption, sehingga kegiatan transfer informasi perlu dilakukan, khususnya diantara negara anggota kerja sama selatan-selatan. Dalam semangat inilah, Indonesia terpanggil untuk berbagi pengalaman melalui kegiatan pelatihan daring ini. Sejak 2009, KKP bersama Kementerian Luar Negeri telah melaksanakan kegiatan pelatihan bagi negara Asia, Pasifik, dan Afrika yang diikuti oleh total 473 peserta sampai dengan tahun 2019,” ujar Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) I Nyoman Radiarta pada Pelatihan Nilai Tambah Ikan dan Produk Perikanan Tahun 2022, di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, Sabtu (3/9/2022).

Pelatihan ini sebagai bentuk komitmen Indonesia berperan aktif dalam peningkatan kapasitas SDM kelautan dan perikanan negara-negara sahabat serta untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia dan kontribusi aktif Indonesia dalam forum High Level Panel on Sustainable Ocean Economy (HLP-SOE).

“Melalui pelatihan ini, perlu saya garis bawahi bahwa kegiatan ini merupakan peluang untuk mengembangkan bisnis dan jejaring serta mendorong peningkatan ekonomi antara Indonesia dan negara peserta. Please take into account, that during this workshop we all are learning and sharing experience together,” tambah Nyoman.

Setelah sukses menyelenggarakan Pelatihan Nilai Tambah Ikan dan Produk Perikanan, di tahun ini juga, BRSDM kembali akan menyelenggarakan pelatihan dalam rangka KSST di BPPP Ambon pada Oktober mendatang. Kegiatan ini merupakan Pelatihan di Bidang Perikanan Bagi Negara-Negara Anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) dalam Mendukung Implementasi MSG Roadmap for Inshore Fisheries Management and Sustainable Development 2015-2024.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya mengatakan, pembangunan perikanan saat ini belum seimbang secara geografis dan belum memenuhi kebutuhan pangan dunia.

Sementara perubahan iklim juga menjadi tantangan setiap negara dan memberikan dampak yang serius kepada pengembangan industri perikanan.

Untuk itu kata Menteri Trenggono, Pemerintah Indonesia juga mendorong kerja sama sektor perikanan dalam kerangka Selatan-Selatan. Indonesia mendukung pengembangan perikanan, terutama aktivitas perikanan yang rendah karbon dan ramah lingkungan.

“Pentingnya Negara Selatan-Selatan untuk bekerjasama yang sangat baik dan berkontribusi dalam mengelola dampak dari perubahan iklim terhadap sektor perikanan,” tambahnya.

Menurutnya, kontinuitas pemenuhan kebutuhan pangan dunia juga ditentukan oleh praktik-praktik penangkapan ikan yang terukur. Penangkapan ikan terukur diharapkan mendorong terciptanya pengelolaan sumber daya perikanan yang baik, untuk menjaga kelestarian ekologi. (ATN)

Tags: Ekonomi BiruPerikanan BerkelanjutanSave OceanSustainable Development Goals
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.