• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Lepas Ekspor 110 Ton Hasil Pertanian ke Singapura, Brasil dan Italia

by Redaksi Asiatoday
December 3, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Lepas Ekspor 110 Ton Hasil Pertanian ke Singapura, Brasil dan Italia

ASIATODAY.ID, SURABAYA – Indonesia kembali melakukan ekspor hasil pertanian ke tiga negara. Kali ini, ekspor dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/11/2019).

Ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak ini tercatat memiliki bobot petikemas 110 ton senilai Rp2 miliar. Rincian produknya terdiri dari pupuk organik 54 ton senilai Rp108,6 juta tujuan Singapura, bunga cengkeh 10 ton senilai Rp877,8 juta tujuan Brasil dan biji kopi robusta 46 ton senilai Rp1,02 miliar tujuan Italia.

Indonesia Lepas Ekspor 110 Ton Hasil Pertanian ke Singapura, Brasil dan Italia 1
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ist

Saat melepas ekspor komoditas pertanian ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas dan terus mendorong peningkatan produksi hasil bumi Nusantara. Hasil panen yang maksimal ini penting untuk bisa mengisi pasar dalam maupun luar negeri.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Dengan segala kebanggaan saya bersama Gubernur Jawa Timur telah membuktikan ekspor kita memiliki ruang yang cukup bagus untuk menjadi bagian energi ekonomi kita dan memfasilitasi berbagai komoditi yang kita miliki,” ujar Syahrul melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2019).

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini mengungkapkan bahwa dirinya bersama Gubernur Jatim berkomitmen mendorong seluruh eksportir bisa terus meningkatkan kapasitas kinerja. Dorongan ini pun masuk dalam target Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Grati-Eks) untuk memanfaatkan potensi teknologi modern.

“Grati-Eks, merupakan ajakan kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian untuk bekerja dengan cara yang tidak biasa. Bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerjasama yang kuat,” ungkapnya.

Mentan yakin dengan penempatan rencana yang baik akan menghasilkan peningkatan ekspor pertanian hingga berlipat ganda. Kreasi dan inovasi perlu terus dikembangkan agar bisa bersaing dengan negara produsen pertanian lainnya.

“Saat ini kita tengah memasuki era kompetisi antar negara yang semakin sengit, kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi. Saya mengajak para pelaku usaha Jawa Timur untuk memberi masukan agar kita mampu menggenjot ekspor, mencapai target kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, tingkat penolakan atau Notification of Non Compliance (NNC) yang kecil dari negara tujuan untuk pengiriman barang dari pelabuhan di Jawa Timur merupakan tanda kekompakan telah terjalin. Hal tersebut ditunjukkan dengan maksimalnya proses karantina pertanian ditingkatkan.

“Saya berharap ekspor di Jatim semakin lancar dan tidak terjadi kendala yang membuat urusan ekspor di Jatim terhambat. Tentu saja harapan kita makin lancar di pelabuhan dan tidak terjadi kendala yang membuat kita ribet urusan dengan ekspor dan Jatim menjadi contoh pelabuhan di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan mobil ekspor yang dimiliki Badan Karantina Pertanian sebagai terobosan akselerasi ekspor akan membantu para produsen sekala menengah bisa terkonsolidasikan. Seluruh persyaratan ekspor akhirnya bisa terkonfirmasi bagi eksportir pemula.

“Makanya proses literasi dan edukasi yang masif akan membuka harapan seperti Pak Menteri sampai tiga kali lipat ekspor,” ujarnya.

Karenanya, mantan Menteri Sosial ini mendorong agar suasana perekonomian di Jatim bisa tumbuh signifikan. Jatim merupakan satu di antara wilayah besar penopang ekonomi nasional yang cukup tinggi.

“Kita harus menjaga suasana stabilitas ekonomi, keamanan terjaga, masyarakat produktif dan saya berharap presiden meningkatkan ekspor dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” tutupnya.

Dalam pelepasan ekspor ini, Syahrul dan Khofifah menyerahkan sertifikat ekspor. Mereka juga melakukan penandatanganan deklarasi ekspor pertanian Jawa Timur tiga kali lipat. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor PertanianJawa TimurKementanTanjung Perak
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.