• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 19, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Memilih Netral dalam Konflik di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
June 21, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jokowi: Natuna adalah Tanah Air Indonesia

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Natuna. Foto : setkab

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ekskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan China di Laut China Selatan (LCS) kian memanas. Situasi tersebut membuat negara-negara di ASEAN termasuk Indonesia kian waspada.

Merespon situasi yang berkembang, Kepala Staf Presiden (KSP) Indonesia yang juga mantan panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, Indonesia akan mengambil langkah diplomasi jika konflik pecah di Laut China Selatan.

“Sesuai doktrin politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia akan melakukan pendekatan diplomasi untuk kelangsungan perdamaian di kawasan itu,” kata Moeldoko pada acara PYC 4th Anniversary Webinar Series dengan topik Geopolitik Energi di Laut China Selatan: Kekuatan Diplomasi, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

RelatedPosts

ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution

Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Wilayah Laut China Selatan memang menjadi perebutan beberapa negara, khususnya China dan Amerika Serikat. Di kawasan tersebut juga terjadi pertahanan dan perang dingin antara kedua negara itu.

Secara geopolitik, Indonesia berada pada posisi strategis dalam persoalan Laut China Selatan. Namun, Moeldoko memandang, apabila benar-benar pecah konflik, Indonesia akan mengambil posisi netral dan tidak masuk pusaran konflik apalagi berpihak pada salah satu negara.

Sementara itu, pendiri PYC dan Pionir Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, saat ini ada sembilan titik yang diklaim menjadi wilayah teritorial China di kawasan tersebut.

Amerika Serikat dan China memperebutkan sumber daya energi di sekitar kawasan.

“Kita tak terlibat namun ada lapangan gas terbesar di wilayah tersebut yang menjadi perhatian kita. Perlu ada prinsip diplomasi dalam menghadapi isu geopolitik di kawasan Laut China Selatan ini,” ujar Purnomo.

Menurut Purnomo, kekuatan diplomasi Indonesia mengenai wilayah Natuna sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Pembicaraan yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun tidak bisa dilanjutkan, meski dilakukan secara virtual.

“Pembicaraan diplomasi ini lebih diinginkan secara tatap muka, kita berharap dapat ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Micronesia Muhammad Lutfi mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia akan sangat pesat terjadi di negara berkembang.

Terkait hal tersebut kata Lutfi, penguasaan sumber daya alam akan menjadi pertarungan. Penguasaan teknologi yang saat ini sedang ditingkatkan China akan memperkuat perekonomian.

Menurut dia, AS memantau negara-negara yang menerapkan demokrasi, menjunjung hukum dan kebebasan untuk berpendapat, salah satunya Indonesia.

“Kita menjadi calon sahabat sejati di masa depan. Kenapa? Karena kriteria itu ada di Indonesia. Ada kepentingan AS, Indonesia punya situasi yang unik di Laut China Selatan, ” ujar Lutfi.

Sementara itu, penasihat senior Kantor Staf Presiden, Andi Widjajanto, menjelaskan China berhasil melakukan diplomasi energi untuk mengamankan energi terkait keinginannya untuk menjadi pemain utama di dunia.

“China membangun militer, gelar kekuatan dan cita-cita China adalah mendapat keamanan energi dan gelar investasi energi ke hampir seluruh dunia,” terang dia. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • A Different Kind of Hero: Ringgo Brings Authentic Down Syndrome Representation to Tanah Runtuh
  • ADB Unveils US$20 Billion Push to Accelerate Asia’s AI Revolution
  • Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry
  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.