• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Mulai Pacu Ekonomi Hijau Melalui Energi Surya Nusantara

by Redaksi Asiatoday
September 25, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Pacu Peningkatan Target Energi Terbarukan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia secara perlahan mulai menunjukkan kebangkitan green economy (ekonomi hijau) melalui berbagai sektor. Selain sektor pertanian, salah satu yang kini sedang dipacu yakni pemanfaatan Green Energy (energi hijau) atau Energi Baru Terbarukan (EBT).

Untuk mengimplementasikan itu, pemerintah akan memaksimalkan potensi energi surya. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan pemasangan ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di rumah tangga.

Program ini bertajuk ‘Energi Surya Nusantara’ sebagai bagian dari strategi pemerintah memanfaatkan energi sinar matahari sekaligus stimulus pemulihan ekonomi (green economy) pascapandemi Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT

Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race

Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Harris mengungkapkan, program ini akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara dan diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin atau pelanggan PLN yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Program Energi Surya Nusantara sedang persiapan untuk diluncurkan. Konsepnya mengalihkan subsidi terhadap pelanggan PLN rumah tangga melalui pengadaan PLTS,” jelas Harris melalui keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2020).

Kehadiran program Energi Surya Nusantara dinilai akan memberikan banyak keuntungan, salah satunya beban subsidi listrik akan berkurang Rp800 miliar hingga Rp1,3 triliun dengan tarif saat ini.

Selain mampu menyerap banyak tenaga kerja, program ini akan berkontribusi terhadap target rencana umum energi nasional dan turut serta mendorong penurunan emisi gas rumah kaca 1,05 juta ton per gigawatt peak pada  nationally determined contributions (NDC), serta menumbuhkan industri hijau.

Energi Surya Nusantara sendiri pertama kali diinisiasi dan direkomendasikan oleh Institute for Essential Service Reform, sebuah lembaga think thank yang aktif melakukan advokasi dan kampanye untuk menjamin tercapainya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat. (AT Network)

Tags: Energi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen EconomyGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.